Breaking News:

Wanita Ini Siram Rumah Tetangga Pakai Kotoran Hewan, Mengaku untuk Menangkal Guna-guna

Tanpa disangka-sangka, pelaku menyiramkan ember yang diduga berisikan kotoran hewan tersebut ke teras rumah korban.

Alif Alqadri Harahap / Tribun-Medan.com
DS saat menyiram kotoran hewan di rumah Riki Kurniawan pada Senin(1/11/2021) dini hari, yang mana pelaku menuding korban mengguna-guna keluarganya. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Terekam dari layar CCTV seorang wanita melakukan aksi yang tidak terpuji dengan melempar serta menyiram kotoran hewan di teras rumah tetangganya.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Manyar, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan pada Senin(1/11/2021) lalu.

Dalam rekaman berdurasi 120 detik itu pelaku yang diketahui berinisial DS dengan mengenakan pakaian bewarna merah muda membawa sebuah ember mendekati rumah korban dengan berlari kecil.

Tanpa disangka-sangka, pelaku menyiramkan ember yang diduga berisikan kotoran hewan tersebut ke teras rumah korban.

Saat di jumpai tribun-medan.com, Riki Kurniawan, pemilik rumah, Kamis(18/11/2021), mengaku kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. 

Dimana, sebelum dilakukannya penyiraman tersebut, pelaku terlebih dahulu melemparkan kotoran hewan tersebut ke tirai rumah korban, lalu menyiramkannya.

"Sebelum terekam itu, dia matikan lampunya, jadi ga nampak dia pas melempar. Namun pas di siramnya, lampu kami hidup, disitu nampak dia yang nyiram," ujar Riki.

Riki mengaku tidak memiliki masalah dengan tetangganya tersebut, bahkan ia mengaku sebelum aksi kotoran hewan ini, pelaku kerap memaki keluarga korban dengan kata yang tidak pantas.

"Mamak dan adik saya lewat, dibilang teriakinya dengan kata-kata yang tidak pantas. Kami gatau apa masalahnya dengan kami," ujarnya.

Sebelum kejadian tersebut, Riki telah melapor kejadian ini ke pihak kepala lingkungan, pelaku mengakui kesalahannya dan mengatakan sengaja melemparkan kotoran tersebut ke rumah korban karena dituding telah melakukan guna-guna ke keluarga pelaku.

"Katanya kami guna-guna dia waktu di mediasi sama kepala lingkungan. Tapi tetap dia memaki kami. Kemudian, kami melapor ke Lurah karena kepling udah ga sanggup, dia juga ngaku bahkan kami disuruh sumpah di Al Quran," katanya.

Karena juga tidak mengidahkan pemerintah, akhirnya korban melakukan laporan dumas ke Polres Asahan dan pelaku juga masih membandel dengan tidak menghadiri panggilan.

"Panggilan pertama, kedua dia ga datang. Menunggu panggilan ke tiga, kalau ga datangkan di jemput, ini belum di panggil, udah disiramnya rumah kami. Jadi kali ini sudah masuk laporan," katanya.

Ia mengaku untuk kali ini tidak ada kata damai dan kembali seperti sebelum-sebelumnya. Sebab, ia sudah merasa sakit hati.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved