Martabak Piring, Kuliner Medan yang Legendaris, Sudah Ada Sejak Tahun 1950
Martabak yang dipanggang dengan cara tradisional ini pertama kali dibuka oleh almarhum ayah pak Efrizal, yakni Sutan Munir.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
"Sebetulnya ini bukan dari dia. Ada orang ngasih ilmunya karena orang itu gak punya anak jadi di turunkan ilmunya ke bapak saya," tuturnya.
Miliki Banyak Pelanggan, Termasuk Pejabat
Usaha yang telah lama digelutinya ini banyak memiliki pelanggan. Pembeli silih berganti berdatangan.
Mereka rela mengantre untuk menikmati sajian martabak manis renyah ini.
Efrizal pun mengatakan kalau pelanggannya banyak bukan orang biasa. Bahkan menantu Presiden RI yakni Bobby Afif Nasution sering beli ke tempatnya.
Baca juga: JELANG Big Match Liverpool Vs Arsenal, 4 Duel Penting Tentukan Hasil Termasuk Van Dijk Vs Emile Rowe
Bobby beberapa kali datang bersama istri dan ajudannya.
"Bahkan, wali Kota Medan pun kemari. Dia sendiri datang pake ajudan. Pernah datang sama istri sama anak," ungkapnya bercerita.
Tak hanya itu, mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin pun merupakan pelanggan lama mereka. Syamsul disebut sering membeli martabak sejak ayahnya yang masih berjualan.
Selain itu, pelanggan lainnya juga banyak berasal dari luar negeri. Para warga Medan yang telah lama merantau lalu pulang mencicipi kembali salah satu martabak legendaris tempatnya.
"Kalau dari luar kota banyak, apalagi kalau Cheng beng. Kadang dari Malaysia, Singapura. Cuma itu orang lama yang sudah merantau terus pulang kepengen makan martabak ini. Dari Australia pun ada," ucapnya.
Harga per porsi martabak manis renyah ini dipatok dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu.
Harga tersebut sudah termasuk ukuran lebih tebal.
(Cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/martabak-piring-sudah-ada-sejak-tahun-1950.jpg)