Breaking News:

Tahanan Tewas di Sel

Kasat Reskrim Bantah Anggotanya Minta Rp 5 Juta pada Keluarga Tahanan yang Tewas Lebam-lebam

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus membantah anggotanya minta uang Rp 5 juta

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Polrestabes Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus membantah ada anggotanya bernama Bripda Sutrisno Butarbutar minta uang Rp 5 juta pada keluarga tahanan yang tewas lebam-lebam.

Padahal sebelumnya, keluarga dari Hendra Syahputra, mengaku dimintai uang Rp 10 juta.

Dimana, Rp 10 juta itu terdiri dari uang perdamaian dengan keluarga korban pencabulan, dan Rp 5 juta lagi untuk Bripda Sutrisno Butarbutar.

Meski uang tersebut belum sempat diterima, namun Bripda Sutrisno disinyalir sudah berencana melakukan pemerasan dengan modus cabut perkara.

Baca juga: Propam Polrestabes Medan Periksa Penyidik yang Diduga Minta Uang Rp 5 Juta Terkait Tahanan Tewas

"Penyidik itu tidak ada (minta uang)," kata Firdaus membela anggotanya, Kamis (25/11/2021).

Disinggung lebih lanjut soal penggunaan handphone di sel tahanan, mantan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang ini mengaku masih melakukan penyelidikan. 

"Pastinya, kalau jadwal jam besuk keluarga bisa juga pakai handphone. Tapi intinya masih didalami. Karena patut diduga masih jadwal jenguk tahanan saat penggunaan handphone," bebernya. 

Sementara itu untuk hasil autopsi Hendra Syahputra, pihaknya masih berkoodinasi dengan RS Bhayangkara Tingkat II Medan, apakah hari ini akan keluar atau masih proses pemeriksaan.

Baca juga: Tahanan Tewas Lebam-lebam, Ini Enam Terduga Pelaku yang Diduga Menyiksa Korban

Dalam kasus ini, ada enam tahanan yang terbukti menganiaya Hendra Syahputra.

Keenam tahanan itu diantaranya:

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved