News Video
Sekuriti dan Satpol PP Serang Warga Saat Penghancuran Rumah Pensiunan PTPN
Penghancuran rumah dinas yang di tempati pensiunan PTPN II di Jalan Karya, Desa Helvetia, berakhir ricuh.
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Penghancuran rumah dinas yang di tempati pensiunan PTPN II di Jalan Karya, Desa Helvetia, berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi ketika, sejumlah masyarakat menghadang alat berat yang datang untuk merobohkan bangunan rumah yang ditempati oleh pensiunan PTPN II.
Saat alat berat mendekati rumah milik Iwan, para masyarakat yang kebanyakan dari kelompok ibu-ibu dan sejumlah anak-anak langsung berdiri di depan alat berat tersebut.
Mereka memaksa untuk, alat berat tersebut segera kembali dan membatalkan penghancuran rumah.
Ibu-ibu ini langsung menaikan, sehingga alat berat sempat terhenti sebentar. Dan terjadi percekcokan antara masyarakat dan pihak PTPN II yang dikawal oleh sejumlah aparat.
Melihat pihak PTPN II disudutkan, puluhan Satpam langsung merapatkan barisan berniat untuk membubarkan masyarakat.
Lantaran alat berat diberhentikannya, TNI AD bernama Kapten Sulaiman yang memakai logo Kodam I/BB Kodim 0314 yang membekingi PTPN II datang dan coba menjelaskan agar tidak boleh ada penyetopan penghancuran bangunan.
"Jangan berteriak-teriak sama saya, saya ngomong bagus-bagus. Kasar dimana. Pengawasan inikan tugas saya," kata Kapten Sulaiman kepada warga.
Kapten Sulaiman beranggapan, lantaran adanya pihak TNI AD dilokasi keributan tidak terjadi.
"Pasti ribut kalian, kalau tidak ada kami di sini," ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum PTPN II, Sastra hadir ditengah keributan, menyarankan agar warga dan juga LBH Medan, melalui M. Alinafiah Matondang untuk menempuh jalur hukum.
"Gini saja, kalian kan pengacara lakukan saja upaya hukum," katanya.
Tetap bersikeras, pihak PTPN II mengintrusikan agar alat berat jalan kembali untuk menghancurkan bangunan rumah. Dan kericuhan pun pecah.
Sejumlah Satpam berpakaian coklat dan sejumlah Satpol PP melakukan penyerangan kepada warga.
Para oknum aparat sipil ini, mendorong warga yang mencoba menghalang-halangi alat berat.