Tagihan PLN Membengkak
GILA, Tagihan Listrik Warga Sunggal Mendadak Bengkak Sampai Rp 8 Juta
Tagihan listrik warga Sunggal mendadak bengkak sampai Rp 8 juta. Pemilih rumah terkejut atas lonjakan yang tak biasa
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Warga Jalan Karyawan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, mengeluhkan tagihan listrik yang mendadak membengkak.
Warga yang akrab disapa Yanto ini mengaku tagihan listrik tiba-tiba membengkak hingga sekitar Rp 8 juta.
Padahal, biasanya tagihan hanya sekitar Rp 1 juta per bulan.
"Saya terkejut, tiba-tiba pada November 2021 tagihan membengkak hingga Rp 8 juta," ujar Yanto, Minggu (5/12/2021).
Baca juga: Cara Mudah Membayar Tagihan Listrik Online di PLN Mobile
Yanto bercerita, peristiwa tersebut berawal dari kecurigaannya terhadap sistem perhitungan PLN yang tidak benar.
Di mana, tagihannya selama tiga bulan berturut-turut tidak seperti biasanya.
"Awalnya saya heran, sudah tiga bulan harga pembayaran listrik rumah kami tak wajar yakni berjumlah yakni Rp 300 ribu, yang biasanya sekitar satu juta lebih," katanya.
Namun melihat pembayaran yang sangat murah tersebut, Yanto langsung menanyakan hal itu kepada petugas yang sehari-hari mencatat meteran di depan rumahnya.
Saat dikonfirmasi kembali, petugas mengaku bahwa biaya yang berjumlah Rp 300 ribu tersebut sudah berdasarkan prosedur dan tidak ada yang salah.
Baca juga: Presiden Perintahkan Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN: Bisa Hemat Hampir Rp30 Ribu per Bulan
Namun karena merasa sudah konfirmasi petugas, Yanto berusaha tenang.
"Saya orang awam datang tukang meteran dua kali kemari mencatat meteran apa enggak salah kau catat meteran ini masak saya bayar listrik biasanya sekian ini hanya cuman Rp 300 ribu, saya tanya begitu. Katanya aman, tidak ada masalah," kata.
Yanto berujar, peristiwa tersebut berlangsung selama 3 bulan lamanya namun karena terus curiga dengan adanya kondisi tersebut Yanto menyuruh anggotanya untuk datang langsung ke kantor PLN yang berada di Jalan Sei Batu Gingging.
"Mereka bilang, ini sudah sesuai pak, yaudah kami diam, karena mereka sudah menjelaskan begitu," ucapnya.
Baca juga: Jokowi Siaga 24 Jam untuk Ahok DKK Jika ada Unsur Politis yang Hambat Kerja Pertamina dan PLN
Pada tanggal 30 November 2021 sekelompok orang dari PLN yang mengaku sedang melaksanakan operasi penertiban arus listrik (OPAL) di kawasan Medan Sunggal mendatangi rumah Yanto.
"Bulan ke 4 baru datang tim operasi penertiban arus listrik (OPAL) dia lihat tagihan rumah ini, sekian biasanya sekian ini kok sekian," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tagihan-listrik-warga-bengkak-sampai-rp-8-juta.jpg)