Viral Medsos

DUGAAN Pelecehan Situs Raja Batak Pusuk Buhit, Oknum Pendeta Akhirnya Meminta Maaf

Permintaan maaf pendeta tersebut diunggah dalam video berdurasi 2.29 detik di akun YouTube Pengharapan Sejati Chanel.

Tayang:
Tribun Medan/maurits
Hinca Panjaitan Kecam Aksi Pendeta Injak Situs Raja Batak di Pusuk Buhit, Minta Polisi Bertindak! 

Video yang viral tersebut ternyata langsung didownload oleh masyarakat Samosir sebagai bukti pelaporan ke pihak kepolisian.

"Nah, video itu sempat terhapus namun sudah kita download dan itu kita masukkan sebagai bukti kepada pihak kepolisian," sambungnya.

Pihaknya masih menunggu hingga sepekan bagaimana penyelidikan pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

"Kuta masih menunggu sepekan ini. Kita sudah korek-korek informasinya bahwa yang menginjak-injak situs tersebut sudah kita tahu. Untuk saat ini, kita masih mencari informasi lanjutan," sambungnya.

"Peraturannya, kalau kita ke sana kan harus lepas alas kaki. Itulah bukti bahwa kita menghargai situs budaya Batak Toba. Kalaupun ingin berdoa, bukan berarti harus melecehkan yang lain kan," lanjutnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pelaporan mereka ke pihak kepolisian.

"Untuk saat ini kita masih menunggu hasil dari kepolisian. Untuk nama-nama yang kita laporkan belum bisa kita ekspos," terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) Maruap Siahaan. Ia secara tegas menyampaikan bahwa semua manusia sama di mata Tuhan.

"Kita adalah ciptaan yang beradab dan diberi akal budi. Manusia sama di mata Tuhan dan tidak ada yg dapat mengklaim dia lebih layak dari umat lain. Tuhan sebagai pencipta mengasihi ciptaannya karena Dia adalah kasih. Jadi pusat dan yg utama adalah kasih," ujar Maruap Siahaan.

"Perbuatan yang tidak menghormati agama atau kepercayaan lain tidak layak diantara kita apalagi sesama Batak. Kita dipanggil bukan meniadakan keimanan orang lain tetapi menyatakan kasih supaya manusia dimuliakan," katanya.

Oknum Pendeta Penginjak Situs Raja Batak Dikecam

Viral di media sosial terkait adanya dugaan pelecehan terhadap situs Si Raja Batak yang berada di Pusuk Buhit, Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sekelompok orang yang mengatasnamakan diri dari sebuah sekte gereja datang ke Pusuk Buhit.

Setibanya di Pusuk Buhit mereka berdoa sambil kumandangkan lagu-lagu rohani.

Dalam video yang beredar, di atas situs Si Raja Batak, seorang lelaki berbadan tegap menginjak tembok situs tersebut sambil menyanyikan lagu rohani dan menyampaikan hal-hal terkait pemusnahan penyembahan berhala.

Tindakan yang diduga melecehkan akhirnya mendapatkan respon dari organisasi masyarakat yang ada di Samosir.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved