Breaking News:

Makan Steak di Big Big Bite Dine In, Masak Dagingnya Sampai 8 Jam

ide memasak ini berawal dari kegemarannya memasak dan hobi memakan steak daging dengan gigitan besar.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
HO
Owner Big Big Bite Dine In, Arifin saat menyajikan hidangan menu beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Saat ini ada banyak restoran yang menjual aneka olahan steak dengan ciri khas masing-masing. Namun, ada satu restoran unik dan berbeda dari daging steak yaitu Big Big Bite Dine In yang terletak di Jalan Listrik, Medan, Selasa (9/12/2021).

Big Big Bite Dine In spesialis menyajikan menu daging iga asap (smoked) dengan teknik memasak low and slow yang menggunakan kayu natural dan arang.

Arifin, pencetus restoran Big Big Bite Dine In mengungkapkan jika ide memasak ini berawal dari kegemarannya memasak dan hobi memakan steak daging dengan gigitan besar.

"Saya dari dulu hobi masak menu western dan melihat cara masak daging yang memakan waktu lama karena menggunakan metode low and slow ini,hingga akhirnya saya merasa tertantang untuk mencoba, awalnya juga dimulai dari teman-teman yang mensupport yah bisa dibilang kelinci percobaan," ungkap Arifin.

Baca juga: Lemang Srikaya, Kuliner Khas yang Juga Jadi Oleh-oleh Favorit dari Medan

Saat berkunjung, dari luar tampak seperti rumah biasa pada umumnya. Namun saat memasuki ruang makan kita akan terbawa ke suasana country style ala ala Texas.

Saat ditanyakan mengenai best seller dari restoran ini, pria kelahiran tahun 1982 ini menjawab, "Beef Ribs. Selain itu, kita juga menyediakan lidah sapi, wagyu steak MB 9, smoked chicken, pasta, dan makanan di sini halal tentunya. Kita harus menguasai pengaturan suhu.Jadi berapa berat dan besar daging yang kita masukkan, kita sudah tahu berapa lama. Tidak gampang .dalam proses smoke ini kita juga harus benar benar sabar dan menjiwai, contohnya smoke brisket 4,5 kg membutuhkan waktu 12-14 jam, karena setengah kilo daging brisket membutuhkan proses 1,5 jam. Jadi reservasi untuk makan siang, saya jam 3 pagi sudah bangun karena jam 12 harus sudah stand by," jelasnya.

Pemilik akan menyajikan dan memotong daging secara langsung di hadapan pengunjung dan menunjukkan bagaimana kelembutan daging tersebut saat mencabut tulang iga tanpa ada daging yang lengket di tulang iganya.

Bahkan, saat tim Tribun Medan mengambil bagian daging menggunakan sendok plastik, ternyata dapat dengan mudah terpotong.

Begitu mendapat gigitan pertama potongan daging, para pengunjung akan merasakan bau asap dan wangi dagingnya yang sangat menyatu. Sungguh melebihi ekspektasi dan belum pernah ada daging dengan tekstur selembut ini.

Saat berbincang dengannya, ia menyebutkan bahwa para pengunjung akan mendapat suasana privat dengan mengutamakan quality time tanpa harus terganggu hiruk pikuk pengunjung lain ketika berkunjung ke restoran pada umumnya.

"Kita mengedepankan service quality, jadi kita tidak perlu jualan banyak, tapi orang yang datang makan benar-benar mendapatkan porsi yang besar dan puas. Jadi semua porsi saya itu besar. Walau pun tamunya terbatas tapi kita utamakan kualitas," tuturnya.

Ada pun bagi para pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu atau dapat bertanya mengenai menu-menu yang disajikan melalui Instagram @bigbigbite_dine_in.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved