'Bahtera Nuh' Milik Elon Musk Bakal Bawa Manusia dan Hewan ke Planet Mars, Ilmuwan: Tidak Masuk Akal

CEO Space X, Elon Musk kembali membuat kontroversi di dunia teknologi antariksa. CEO perusahaan penerbangan antariksa ini memiliki mimpi membangun 'ba

Ist
Elon Musk membangun bahtera Nuh Futuristik 

Mereka menunjukkan tantangan besar untuk memelihara hewan di planet tanpa keberadaan oksigen.

Bahkan ada yang mengatakan rencana Musk kemungkinan baru berhasil ratusan tahun lagi.

KISAH PILU Seorang Astronot Jatuh dari Luar Angkasa ke Bumi, Akibat Sistem Parasut Kacau

Empat Astronaut NASA Mendarat Aman Setelah 6 Bulan Jalani Misi Ilmiah di Stasiun Luar Angkasa

Ilmuwan asal Los Alamos di New Mexico, Roger Wiens mengatakan ide Musk adalah brilian.

Namun itu hanya berlaku untuk menumbuhkan tanaman.

Elon Musk bangun 'Bahtera Nuh Futuristik'
Elon Musk bangun 'Bahtera Nuh Futuristik' (Ist)

"Mars, dengan atmosfer Co2 (karbon dioksida) mungkin tempat yang bagus untuk menumbuhkan tanaman jika tetap hangat dan disiram. Namun bisa jadi tempat yang buruk untuk hewan yang membutuhkan oksigen untuk bernafas," kata Wiens.

Dia mengatakan hewan berbeda dengan manusia yang cukup pintar untuk menggunakan sistem pernapasan oksigen.

Ada kemungkinan rencana Musk itu berakhir dengan banyak hewan yang mati.

Jonathan McDowell, astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, sama skeptisnya dengan Wiens.

Menurutnya butuh waktu ratusan tahun hingga manusia bisa memelihara hewan di Mars.

"Jika suatu hari membangun peradaban manusia di Mars yang mandiri, maka kita harus melakukan Bahtera Nuh pada tingkat tertentu. Apakah Musk hampir melakukan ini? Tidak sama sekali," jelasnya.

ROKET SPACEX Meledak Saat Gagal Mendarat, Rencana Mau Diterbangkan ke Mars

Potret SpaceX Meluncurkan Astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: CNBC

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved