News Video

Penjual Tuak di Medan Rudapaksa Anak Kandungnya, Aksi Ketiga Ketahuan Istrinya

Khairiyah mengatakan, aksi ketiga di lakukan pada Desember 2021. Namun, aksi asusila tersebut kembali gagal, karena ibu kandung korban memergoki

Penulis: Alfiansyah | Editor: heryanto

Penjual Tuak di Medan Rudapaksa Anak Kandungnya, Aksi Ketiga Ketahuan Istrinya

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Seorang ayah di Kota Medan, diduga melalukan rudapaksa terhadap anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun.

Pelaku yakni berinisial JS (37). Kini, ia telah dilaporkan ke Polrestabes Medan, setelah ketahuan sedang ingin melakukan tindakan asusila terhadap putrinya berinisial RE (14).

LBH Medan selalu kuasa hukum korban, Khairiyah Ramadhani menceritakan bahwa, kejadian tersebut terjadi di kediamannya yang juga merupakan warung Tuak, sekitar tahun 2019 lalu.

"Awal mula kejadian itu di tahun 2019, saat itu si anak sedang main handphone di ruang tivi, terus itu langsung bapaknya itu menarikan tangannya ke dalam kamar mandi, dan langsung merudapaksa korban," kata Khairiyah Ramadhani kepada tribun-medan, Jumat (17/12/2021).

Ia mengatakan, setelah kejadian itu tepatnya di tahun 2020, pelaku kembali mencoba melakukan tindakan asusila terhadap putri pertamanya itu. Namun, saat itu aksi pelaku gagal.

"Pada tahun 2020 percobaan rudapaksa kembali terjadi di malam hari, itu gagal karena berhubungan juga keluarga menjual minuman tuak, jadi pada saat itu ada orang membeli," sebutnya.

Khairiyah mengatakan, aksi ketiga di lakukan pada Desember 2021. Namun, aksi asusila tersebut kembali gagal, karena ibu kandung korban memergoki pelaku dan korban sedang berada di dalam kamar mandi.

Ibunya yang curiga, langsung menanyakan kepada pelaku, tetapi saat itu pelaku tidak mengakui perbuatan nya.

"Tahun 2021, pelaku menarik tangan korban ke kamar mandi. Dan dilihat oleh ibunya, ibunya bertanyan kepada korban, saat itulah si anak jujur kepada ibunya bahwa ia pernah di rudapaksa oleh ayahnya," tuturnya.

Ia mengatakan, setelah mendengar pengakuan anaknya ibu korban mengadukan hal tersebut ke guru les anaknya, yang kemudian langsung mendatangi Polrestabes Medan untuk membuat laporan.

"Didampingi pendampingnya yang merupakan guru les privat korban dan setelah itu guru ini mencari jaringan itu proses hukum dan juga pemulihan si anak," ungkapnya.

Setelah membuat laporan ke polisi, saat ini korban didampingi LBH Medan sedang melakukan visum di Rumah Sakit Pringadi, Kota Medan dan masih menunggu hasil, untuk kepentingan pemeriksaan.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved