Kripto

Prediksi Harga Kripto Ini Merosot Pada Tahun 2022, Para Investor Perlu Berhati-hati Sebelum Beli

Para pakar investasi kripto menilai terjadi sedikit lonjakan pada tahun 2022. Sejumlah mata uang akan meroket pada tahun depan. 

Pixabay
Prediksi harga Dogecoin tahun 2022 

TRIBUN-MEDAN.com - Para pakar investasi kripto menilai terjadi sedikit lonjakan pada tahun 2022. Sejumlah mata uang akan meroket pada tahun depan. 

Namun, ada sejumlah mata uang digital yang perlu dihindari pada tahun 2022. Apa saja itu? 

Simak artikel ini sampai habis. 

Meski tahun ini menjadi tahun penuh keberuntungan bagi investor kripto, seperti melansir The Motley Fool, koin meme seperti Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin (DOGE) memimpin kenaikan.

Tetapi, kedua kripto tersebut terlihat seperti taruhan berisiko untuk tahun 2022. 

Berikut penjelasan mengapa Shiba Inu dan Dogecoin tampak berisiko dan harus dihindari di 2022, seperti yang dikutip dari The Motley Fool:

Pemerintah Tetapkan Pajak Bagi Pemain Kripto yang Raup Keuntungan, Begini Hitung-hitungannya

Bahaya Scam Bagi Investor Kripto, Ikuti 5 Tips Ini Agar Aset Kripto Kamu Tidak Lanyap

1. Dogecoin

Naik lebih dari 3.000% pada tahun 2021, Dogecoin adalah salah satu kripto yang berkinerja terbaik tahun ini.

Predikat tersebut masih tersemat kepada Dogecoin meskipun kripto ini jatuh secara dramatis dari level tertinggi sepanjang masa US$ 0,74 yang dicapai pada bulan Maret.

Catatan saja, saat ini, harga Dogecoin bernilai US$ 0,16 per koin. 

Dan sayangnya bagi investor, keruntuhan Dogecoin tampaknya akan berlanjut pada tahun 2022 karena fundamentalnya yang lemah dan kepemilikan yang terkonsentrasi.

Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri
Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri (Ist)

Tidak seperti pesaingnya, termasuk Ethereum dan Solana, Dogecoin tidak mengizinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps), yang merupakan program otonom yang mengeksekusi sendiri kontrak pintar untuk menawarkan layanan di blockchain.

Hal ini secara dramatis menurunkan potensi penggunaannya. 

Tidak hanya itu, kondisi tersebut diperburuk dengan inflasi bawaannya, yang berarti kinerjanya juga buruk sebagai penyimpan nilai.

Saat ini ada hampir 133 miliar unit Dogecoin yang beredar, dan jumlah tersebut diprogram untuk berkembang sebesar 5 miliar per tahun, sehingga memberikan tekanan ke bawah pada harganya dalam jangka panjang.

Tapi masalah Dogecoin tidak berakhir di situ.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved