Kisah Lumba-lumba Baik Hati Pelorus Jack, Tewaskan 75 Orang Karena 'Sakit Hati' dengan Manusia
Salah satu kisah nyata lumba-lumba yang bersahabat dengan manusia ini adalah kisah Pelorus Jack.
TRIBUN-MEDAN.com - Lumba-lumba sejak dulu dikenal sebagai hewan laut yang bersahabat bahkan membantu manusia.
Salah satu kisah nyata lumba-lumba yang bersahabat dengan manusia ini adalah kisah Pelorus Jack.
Antara pulau-pulau Utara dan Selatan yang membentuk Selandia Baru ada selat Cook Strait, dinamakan dari penjelajah Inggris, Kapten James Cook.
Cook Strait menyatukan Laut Tasman dengan Samudra Pasifik Selatan.
Karena posisi pulau-pulau tersebut, selat itu juga menjadi salah satu perairan berbahaya di dunia.
Angin dari wilayah pegunungan Selandia Baru, diperkuat dengan perairan hangat dan dingin yang sering bertemu membuat perairan tidak bisa dilewati untuk banyak kapal.

Kembali pada tahun 1880-an, para kapten kapal mulai mengenali seekor lumba-lumba yang menunggu di sekitar jalur masuk Cook Strait, atau Pelorus Sound.
Mengutip grunge.com, lumba-lumba tersebut adalah spesies Risso, yaitu seekor spesies lumba-lumba yang langka di sekitar Selandia Baru.
Lumba-lumba tersebut ternyata akan terbang di samping kapal-kapal yang akan melewati selat tersebut yang jalurnya semakin sempit dan mencapai French Pass, jalur paling berbahaya dari selat Cook Strait.
Lumba-lumba Risso sendiri tercatat hanya ada 12 ekor di sekitar wilayah tersebut.
Lantas, mengapa lumba-lumba itu bisa memandu kapal-kapal yang melewati Cook Strait?
Ialah Pelorus Jack, lumba-lumba yang memandu kapal-kapal melewati Cook Strait selama lebih dari 24 tahun.
Banyak perdebatan apakah Pelorus Jock benar-benar memandu kapal atau hanya berenang dan bermain dengan kapal-kapal tersebut.
Namun Pelorus Jack menyebut selat itu sebagai rumahnya.
Lantas, para kapten kapal memanfaatkan bantuan sebaik mungkin yang sudah sangat hapal dengan perairan tersebut.