Kisah Lumba-lumba Baik Hati Pelorus Jack, Tewaskan 75 Orang Karena 'Sakit Hati' dengan Manusia
Salah satu kisah nyata lumba-lumba yang bersahabat dengan manusia ini adalah kisah Pelorus Jack.
Kisah mengenai Pelorus Jack menyebar ke seluruh dunia, membuat lumba-lumba tersebut menjadi selebriti.
Menurut Culture Trip, penulis Mark Twain dan Frank T. Bullen hanya segelintir selebriti yang ingin bertemu dengan lumba-lumba tersebut.
Namun tidak semua orang sayang dengan lumba-lumba yang baik itu.
Tahun 1904, sementara SS Penguin berlayar di selat tersebut dan Pelorus berenang di samping kapal, seorang penumpang menembak lumba-lumba tersebut.
Ia tidak mengenai Pelorus Jack, dan sebelum ia menembaki Pelorus Jack lagi ia sudah dilucuti senjatanya.
Mengamuk karena insiden tersebut, warga lokal wilayah tersebut menuntut perlindungan untuk Pelorus Jack.
Akhir tahun 1904, Gubernur Lord Plunkett menandatangani perintah yang menyebut ilegal menyakiti hewan - hewan apapun yang hidup di selat tersebut, termasuk Jack.
Sementara itu mengutip teara.govt.nz, Pelorus Jack sering menemani kapal yang melakukan perjalanan antara Wellington sampai Nelson.
Namun lumba-lumba ini tidak pernah memasuki French Pass, sedangkan dalam perjalanan keluar dari French Pass, ia bertemu kapal-kapal yang keluar dari French Pass dan menemani mereka sepanjang 8 km ke Pelorus Sound sebelum berenang sesuai keinginannya.
Ia menikmati berenang menantang perahu-perahu dan menaiki gelombang dari perahu-perahu tersebut.
Banyak misteri menyelimuti kematian Pelorus Jack.
Banyak yang yakin ia ditombak oleh pemburu paus Norwegia yang menurunkan jangkar di pintu masuk Pelorus Saound pada akhir April 1912.
Ada pengakuan di ranjang kematian oleh seorang pria yang mengatakan ia membantu ayahnya membunuh seekor lumba-lumba yang terdampar setelah badai.
Mereka kemudian sadar lumba-lumba tersebut adalah Pelorus Jack.
Walaupun tidak dihukum, pria tersebut merasa bersalah dalam seumur hidupnya.