Breaking News

Kripto

Kripto Berkapitalisasi Pasar Besar Kurang Bergairah: Harga Bitcoin dan Ethereum Cenderung Datar

Harga bitcoin belum bergairah dan cenderung rawan merosot. Pada akhir pekan lalu, bitcoin membuat invesrtor khawatir, meski kembali ke zona hijau. 

Ist
Bitcoin berada di zona hijau 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga bitcoin belum bergairah dan cenderung rawan merosot. Pada akhir pekan lalu, bitcoin membuat invesrtor khawatir, meski kembali ke zona hijau. 

Harga Bitcoin, Ethereum, dan kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) lainnya terpantau beragam cenderung mendatar pada perdagangan Selasa (21/12/2021) pagi hari waktu Indonesia, karena investor memperkirakan pergerakan harga kripto sangat volatil jelang pergantian tahun.

Melansir data dari CoinMarketCap, dua kripto terbesar yakni Bitcoin dan Ethereum menguat cenderung tipis, sedangkan koin digital (token) Terra dan Avalanche kembali menguat lebih dari 4 persen.

Bitcoin menguat 0,54 persen ke level harga US$ 46.966,01/koin atau setara dengan Rp 675.136.394/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.375/US$), Ethereum naik tipis 0,01 persen ke level US$ 3.933,74/koin atau Rp 56.547.513/koin, Terra melesat 4,27% ke US$ 81,68/koin (Rp 1.174.150/koin), dan Avalanche melonjak 4,28 persen ke US$ 112,14/koin (Rp 1.612.013/koin).

Kripto Made In Indonesia, Realliq Ecosystem, Resmi Diluncurkan di Bali

Kripto Made In Indonesia, Realliq Ecosystem, Resmi Diluncurkan di Bali

Sementara untuk sisanya masih terkoreksi pada pagi hari ini.

Binance Coin terkoreksi 1,41 persen ke US$ 520,74/koin (Rp 7.485.638/koin), Solana ambles 4,65 persen ke US$ 171,17/koin (Rp 2.460.569/koin), Cardano melemah 1,04 persen ke US$ 1,23/koin (Rp 17.681), dan XRP merosot 3,1 persen ke US$ 0,8607/koin (Rp 12.373/koin)

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin dan kripto big cap lainnya perlahan mulai kembali pulih dari koreksinya beberapa hari terakhir, meskipun sebagian kripto big cap juga ada yang masih terkoreksi pada pagi hari ini.

Hal ini karena investor melihat bahwa volatilitas pasar kripto akan cenderung meningkat jelang pergantian tahun yang tinggal 10 hari saja.

Seperti di pasar saham, investor juga masih memantau perkembangan terbaru seputaran virus corona (Covid-19) pada hari ini.

Selain itu, investor juga memantau sentimen pasar lainnya yang hadir pada hari ini.

Di Amerika Serikat (AS), Omicron terlacak sudah menyebar di 43 dari 50 negara bagian AS. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pun mencatat bahwa rasio penyebarannya mencapai 1,5 kali dalam 3 hari terakhir.

"Ini merefleksikan peningkatan ketakpastian apakah lonjakan Omicron akan memicu penghentian aktivitas ekonomi secara luas, penambahan stimulus fiskal dari program 'Build Back Better' Presiden Biden," tutur Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, seperti dikutip CNBC International.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar pun anjlok ke bawah 1,4% pada perdagangan Senin kemarin waktu AS.

Artinya, harga sedang menguat karena diburu oleh pemodal yang kian resah melihat kenaikan risiko ekonomi terkait pandemi.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved