Kripto

Kripto Berkapitalisasi Pasar Besar Kurang Bergairah: Harga Bitcoin dan Ethereum Cenderung Datar

Harga bitcoin belum bergairah dan cenderung rawan merosot. Pada akhir pekan lalu, bitcoin membuat invesrtor khawatir, meski kembali ke zona hijau. 

Ist
Bitcoin berada di zona hijau 

Sebelumnya pada Minggu akhir pekan lalu, mayoritas negara di Benua Eropa mulai kembali melakukan langkah-langkah darurat, yakni kembali memberlakukan pembatasan sosial (lockdown) untuk membendung varian Omicron.

Di Belanda, pemerintah setempat telah memberlakukan kembali lockdown mulai Minggu kemarin hingga 14 Januari 2022.

Sementara di Inggris, Walikota London Sadiq Khan mengumumkan status "insiden besar" pada Minggu kemarin, menyusul lonjakan infeksi Covid-19 akibat varian Omicron.

Dia pun mempertimbangkan untuk kembali memberlakukan lockdown.

Tak hanya di Belanda dan Inggris, negara di Eropa lainnya seperti Prancis, Siprus, Irlandia, Denmark, dan Austria juga memperketat pembatasan kegiatan masyarakat.

Di Prancis, pemerintah kota Paris pun membatalkan acara kembang api pada Malam Tahun Baru 2022, sedangkan Denmark telah menutup kembali teater, gedung konser, taman hiburan, dan museum.

Tak hanya dari seputaran varian Omicron, investor juga cenderung merespons negatif dari kemungkinan besar tidak akan cairnya stimulus fiskal di AS.

Stimulus berupa paket investasi tersebut disebut Build Back Better.

Senator AS Joe Manchin, yang menjadi kunci politik guna meloloskan paket investasi Presiden AS Joe Biden senilai US$ 1,75 triliun atau lebih dari Rp 25.000 triliun (kurs Rp 14.375/US$), menyatakan tidak akan mendukung paket tersebut.

Goldman Sachs pun langsung memangkas proyeksi pertumbuhan AS.

Dari analisis teknikalnya di Bitcoin, Katie Stockton, founder dan managing partner di Fairlead Strategies mengatakan bahwa ia melihat Bitcoin telah memasuki momentum jangka pendek untuk berkonsolidasi terlebih dahulu.

"Bitcoin telah memasuki momentum jangka pendek, di mana koin digital tersebut akan berkonsolidasi terlebih dahulu di atas support awal di US$ 44.200," kata Stockton, dikutip dari CNBC International.

"MACD harian yang lebih baik [divergensi konvergensi rata-rata bergerak] dan kondisi jenuh jual (oversold) jangka pendek menunjukkan bitcoin dapat melewati stabilisasi di support awal beberapa hari mendatang," tambah Stockton.

Stockton pun menambahkan bahwa bitcoin masih akan menghadapi tekanan jual dalam jangka menengah, karena grafik menunjukkan bahwa sebenarnya Bitcoin belum oversold.

Jangan Beli Bitcoin, Ini 5 Kripto Ini yang Diprediksi Memiliki Tren Positif Pada Tahun 2022

Iseng-iseng Beli Kripto, Pemuda Mojokerto Mendadak Miliarder, Kini Penghasilan 400 Juta Per Bulan

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang dengan judul: Investor Belum Semangat, Bitcoin cs Cenderung Flat

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved