Kenapa Esport Dimasukkan dalam Cabang Olahraga? Berikut Penjelasannya

Pertandingan esport telah terdaftar dalam ajang Asian Games dan SEA Games 2019, atau di kejuaraan internasonal.

ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Tim atlet esport Vietnam menggunakan gawai saat bertanding game Free Fire pada Final Piala Presiden Esport di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (2/2/2020). Kompetisi ketegori game Free Fire yang diikuti berbagai negara se Asia Tenggara ini dimenangkan oleh tim Vietnam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Belakangan ini sedang marak digemari olahraga elektronik yang disebut esport.

Olahraga tersebut merupakan kompetisi game menggunakan sistem elektonik yang terorganisir.

Olahraga ini sebenarnya telah ada dari tahun 1972 dan sering diadakan kompetisi game yang misalnya sering dilakukan oleh mahasiswa Stanford University dalam perlombaan Spacewar dalam kompetisi Intergalactic Spacewar Olympic. 

Di Indonesia sendiri esport ini baru digemari beberapa tahun belakangan ini saja.

Dengan mudahnya akses internet dan sudah banyaknya pengguna smartphone yang canggih, game esport sangat mudah berkembang dan menjalar ke seluruh dunia, khususnya Indonesia.

Terlebih sekarang ini Kominfo sudah menjelaskan bahwasannya game esport sebagai bentuk aktivitas olahraga karena memiliki unsur kompetitif, sportifitas, dan unsur prestasi.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga memang telah secara resmi mengakui eksistensi esport  ini ke dalam salah satu cabang.

Terbukti di tahun 2018, pertandingan esport telah terdaftar dalam ajang Asian Games dan SEA Games 2019, atau di kejuaraan internasonal.

Berikut fakta yang menjadikan esport masuk ke dalam salah satu cabang olahraga di Indonesia.

1. Memerlukan Latihan

Latihan disini dilakukan para pemain atau atlet esport untuk melatih bagian tubuh terutama leher dan bahu agar terhindar dari kurang sehatnya bentuk tubuh karena bermain game berjam-jam lamanya.

Terlebih latihan diperlukan agar tubuh tidak terlalu kaku dalam bermain game esport.

2. Memerlukan kelincahan skill motorik

Kelincahan tangan hingga jari-jari diperlukan untuk mengoperasikan smartphone atau PC yang digunakan untuk bermain game esport.

Sekitar 400 gerakan mampu dilakukan oleh para pemain atau atlet esport dalam setiap menitnya dan tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved