Breaking News:

Hellstayer, Band Thrash Metal dari Lubuk Pakam, Sudah Berusia Lebih dari 22 Tahun

Hellstayer sudah berusia kurang lebih 22 tahun dimana telah mengeluarkan EP (Extended Play) yang berjudul Ready For Blood.

Penulis: Abdan Syakuro | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ABDAN
Aksi panggung band pembuka Hellstayer di acara peluncuran album ketiga Produksi Dendam yang berlangsung di Urban Club Hotel Danau Toba International Jalan Imam Bonjol No. 17, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (22/12/2021). Acara ini dapat berlangsung sejak pandemi Covid-19 menurun. 

TRIBUN-MEDAN.com- Hellstayer merupakan grup band beraliran Thrash Metal memiliki ciri tempo musik cepat dan agresif asal Lubuk Pakam yang patut dilihat penampilannya.

Hellstayer mulai aktif tahun 1999 sampai dengan sekarang.

Hellstayer saat ini beranggotakan Zaldi (Bass/Vocal), Rofiqi (Gitar), Dadang (Gitar), Zuna (Gitar), Fendi (Drum). Tampil pertama kali 24 Juli 1999 di GOR Lubuk Pakam.

Baca juga: Promo Hypermart Sun Plaza Spesial Natal, Minyak Bimoli 2L Hanya Rp37.990

"Jadi memang gitaris kami tiga orang, cuma belum tentu setiap acara bisa turun bertiga, keseringan berdua, jadi salah satu itu biasanya selalu ada hambatan, kecuali pernah sekali kita waktu main di Pantai Cermin, kita turun dengan tiga gitaris," kata Zaldi, Vocal Hellstayer.

Hellstayer sudah berusia kurang lebih 22 tahun dimana telah mengeluarkan EP (Extended Play) yang berjudul Ready For Blood.

"Dari tahun 1999 sampai dengan sekarang baru ngeluarin EP judulnya Ready For Blood di tahun 2019 yang berisikan 5 lagu, di album itu juga melibatkan musisi Nasional, kami ada ikut kompilasi yang di rilis oleh Djarum Bold The Road, kita mengirim satu lagu disitu judulnya Mamak. Pengalaman manggung paling jauh di Bandar Lampung, kalo sekitar ini Medan, Batubara, Sumatera Utara," ucap Zaldi.

Gaya musikalitas Hellstayer lebih terinfluence dari Sepultura.

Dimana orientasi musik Sepultura memainkan Trash gaya Eropa dan Death Metal gaya Amerika.

"Lagu - lagu Hellstayer keseringan ya menceritakan permasalahan sehari - hari sih, waktu misalnya ada judul lagu kami Ketika Sempak Bertasbih itu menceritakan kehidupan demograsi yang pada tahun 2019 itu sangat riuh gitu, jadi disitu munculnya Ketika Sempak Bertasbih itu ya tentang kalo tidak salah pas dekat - dekat Pilpres (Pemilihan Presiden).

Dewi Sembret menceritakan tentang seorang PSK (Pekerja Seks Komersial) yang menjalin cinta kepada pria yang baik - baik aja, dan itu ya bisa dibilang termasuk pengalaman pribadi mantan personil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved