Kripto
Keamanan Siber Melaporkan Hacker Menyerang Situs Jual-Beli Kripto dan Mobile Banking Tahun 2022
Digitalisasi berkembang dengan cepat. Para penjahat siber memanfaat kelengahan pengguna untuk meraup keuntungan yang besar.
Ketergantungan yang lebih besar pada layanan digital menghadirkan lebih banyak peluang bagi penjahat siber dalam melakukan pencurian identitas, penipuan, dan pengumpulan data yang tidak sah.
Keempat, penyerang akan menargetkan infrastruktur digital penting dari negara-negara.
Akan muncul berbagai serangan yang semakin besar dan berani di tahun-tahun mendatang.
Kelima, tenaga kerja atau karyawan di perusahaan semakin membutuhkan solusi tanpa batas, termasuk solusi keamanan siber.
Efek work from home (WFH), solusi untuk mendukung karyawan tentunya semakin diperlukan.
“Bekerja secara remote atau WFH menjadi perluasan dan menjadi pemicu bisnis maupun tim TI untuk mengadopsi teknologi yang dibutuhkan, terutama tentang keamanan informasi,” ujar Country Manager Palo Alto Networks, Indonesia, Adi Rusli.
Kaspersky juga memprediksi hal serupa. Perusahaan keamanan siber ini mengamati kelompok ancaman yang disponsori negara (state sponsored).
Mereka menargetkan industri cryptocurrency di tahun 2022.
Laporan ‘Cyberthreats to Financial Organizations in 2022’ Kaspersky, menyatakan pelaku kejahatan siber juga tidak ingin tertinggal di belakang dan beradaptasi demi mengejar keuntungan.
Sama seperti Palo Alto, kripto juga menjadi target serangan berdasarkan penelitan Kaspersky.
Target serangan ke mata uang kripto semakin tumbuh.
Cryptocurrency adalah aset digital dan semua transaksi dilakukan secara online.
Kripto menawarkan anonimitas kepada pengguna.
Ini adalah fitur menarik untuk para kelompok kejahatan siber. Aktor ancaman yang disponsori negara turut menargetkan industri ini.
Fenomena mobile banking yang telah didorong oleh pandemi juga semakin lebih matang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ethereum.jpg)