Breaking News:

Kesuksesan Awi Coffee Bersumber dari Pelanggan yang Bahagia

Berdiri sejak tahun 1945, sampai di masa sekarang, Awi Coffee memiliki banyak pelanggan yang setia.

Editor: Ismail
Dok. Awi Coffee
Pak Haji Lian, pelanggan sejak 1982 (kiri), Bang Kakun, pelanggan sejak 1992 (kanan) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Peran pelanggan sangat potensial bagi perkembangan usaha. Sebagian pengusaha hanya menganggap pelanggan sebagai pihak yang membeli produk atau jasa saja. Namun sebenarnya, peran pelanggan bagi kelangsungan sebuah usaha jauh lebih besar dari hal itu.

Berdiri sejak tahun 1945, sampai di masa sekarang, Awi Coffee memiliki banyak pelanggan yang setia. Karena menurut ko Awi, sukses bukan diukur dari banyaknya uang tetapi dari banyaknya pelanggan yang bahagia.

“Ada beberapa pelanggan yang sudah generasi ke-3 juga. Membeli sejak dr kakek dia, kemudian papanya dan kemudian dia. Salah satunya biasanya kami panggil Bang Ali yang punya usaha toko serba ada di km 13 Jalan Medan Binjai,“ ungkap ko Awi.
Tidak hanya dari pelanggan personal, Awi Coffee juga memiliki beberapa pelanggan coorporate.

“Karena kami baru mulai mengembangkan bisnis di luar Binjai sejak 2009, pelanggan corporate baru mulai banyak sejak itu. Sebelum 2009, kebanyakan pelanggan masih berasal dari kampung-kampung sekitaran dan pinggiran kota Binjai. Beberapa di antara mereka punya warung kopi maupun toko serba ada,” jelas ko Awi.

Untuk pelanggan corporate mulai berkembang sejak 2009, seperti cafe, hotel, supermarket, maupun kantor-kantor. Untuk supermarket Awi Coffee mensuplai ke Brastagi Supermarket, Pasar Buah, Smarco, Suzuya, K3Mart, All Fresh, Kasimura, dll.

Kebanyakan untuk pelanggan cafe dan hotel yaitu menginginkan privasi dan tidak ingin supplier mereka diketahui publik.
“Untuk cafe-cafe tidak semua bisa kami expose. Ada beberapa yang tidak mempermasalahkan seperti Dominico Coffee,” kata ko Awi.

Dengan mengedepankan kepuasan pelanggan, Awi Coffee memberikan banyak apresiasi diantaranya dari segi kualitas kopi, kestabilan harga melalui stock management yang baik dan berusaha menjadi supplier yang terakhir menaikkan harga jika dalam keadaan terpaksa.

“Apresiasi biasanya tidak datang dalam bentuk setahun sekali tapi setiap saat. Contohnya kita mempunyai komitmen kopi yang konsisten dengan roastingan PROBAT, kopi yang bebas batu dengan PROBAT Destoner, dan kopi yang merata warnanya dengan mesin color sorter,” jelas ko Awi.

Ko Awi juga menjaga kepercayaan pelanggan melalui program money back guarantee. Selain itu juga menangani komplain dengan superior customer service dengan fasilitas retur dan refund.

Untuk membuat pelanggan Awi Coffee bisa setia dan loyal, ternyata ko Awi menanamkan konsep tentang jenis pelanggan seperti apa yang diinginkan.

“Contohnya, Kami jarang mau terlibat perang harga dengan competitor. Perang harga murah. Karena kami yakin pelanggan yang beli karena harga juga akan pergi karena harga. Ini bukan customer yang loyal. Kalo kita sering memberikan promo buy 1 get 1, maka yang datang adalah customer buy 1 get 1. Ketika promo habis, customer juga pergi. Jika alasan utama mereka membeli bukan karena harga, ini yang akan menjadi customer yang loyal,” kata ko Awi.

Pelanggan adalah bagian terpenting dan memiliki makna tersendiri dari perjalanan Awi Coffee.

“Mereka (pelanggan) yang meletakkan nasi di piring kita, di piring karyawan kita, di piring supplier kita juga dan kebanyakan pelanggan kemudian menjadi teman bahkan teman baik kami,” tutur ko Awi.

Ko Awi memiliki trik tersendiri dalam menangani pelanggan yang rewel. Kuncinya adalah sebagai penjual harus memiliki kepekaan, sebagai pendengar yang baik, tidak mengelak, dan bisa mencarikan solusi terbaik jika menemui masalah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved