Breaking News:

Kripto

Perempuan Afghanistan Ternyata Sudah Mengenal Kripto Cukup Lama, Jadi Solusi Tekanan dari Taliban

Perempuan Afghanistan sudah lama mengenal mata uang kripto. Bahkan mereka sudah melakukan transaks Bitcoin pada 10 tahun lalu. 

Ist
Perempuan Afghanistan melakukan demonstrasi setelah pemerintahan Taliban 

TRIBUN-MEDAN.com - Perempuan Afghanistan sudah lama mengenal mata uang kripto. Bahkan mereka sudah melakukan transaks Bitcoin pada 10 tahun lalu. 

Seorang imigran Afghanistan, Roya Mahboob sudah membayar gaji pekerjanya dengan Bitcoin pada 10 tahun lalu.

Ia tak pernah terpikir mata uang digital itu bisa menjadi tiket mereka keluar dari Afghanistan setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban pada Agustus lalu.

Roya juga tidak percaya bahwa harga Bitcoin melesat tajam.  

Roya mengaku sebagian warga sudah mempunyai dompet kripto untuk memindahkan uang keluar, membantu evakuasi keluarga mereka dan untuk menetap di negara baru, kata Mahboob.

Mahboob, perempuan pendiri lembaga nirlaba Digital Citizen Fund, mengajari ribuan gadis dan perempuan dewasa keterampilan komputer dasar di Herat dan Kabul.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)

Para perempuan itu juga menulis blog dan membuat video yang hasilnya dibayar dengan uang tunai.

Kebanyakan dari mereka tidak memiliki rekening bank lantaran dilarang atau karena tidak punya dokumen pelengkap.

Mahboob lalu menggunakan sistem perantara keuangan informal Hawala untuk mengirim uang sebelum dia mengetahui adanya Bitcoin.

"Dulu tak pantas mengirim uang tunai ke orang lain, tapi uang digital belum dipakai secara luas, dan opsi-opsi seperti PayPal belum tersedia. Lalu kami mendengar tentang Bitcoin," kata Mahboob (34), kepada Thomson Reuters Foundation.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved