Ingin Berjalan Normal, Penderita Polio Butuh Bantuan dan Perhatian Pemkab Sergai
Penderita polio bernama Santanam Dewantara butuh bantuan dan perhatian Pemkab Sergai. Saat ini ingin sekali bisa berjalan normal
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
"Saya sedih lah pak melihat kondisi anak saya seperti ini. Pernah dia bilang sewaktu duduk berdua, 'mak, aku kek gini, kalau mamak gak ada bapak gak ada, aku sama siapa lah mak. Saya bilang abang dan kakak kan ada," ujar Basariah sambil menahan tangis.
Santanam juga pernah bercerita kepada ibunya apakah dirinya bisa sembuh lagi atau tidak, namun ibunya selalu selalu menyampaikan hal yang positif kepada anaknya ini agar bisa kembali normal seperti pada remaja umumnya.
"Saya pernah berpikir apa mungkin bisa sembuh gitu, tapi saya selalu semangati anak saya ini. Dia (Santanam) pingin berjalan seperti kawan-kawan yang lain," ujar Basariah.
Sementara itu, dalam riwayat keluarga, Basariah menjelaskan, baru ini ada penyakit seperti yang dialami Santanam dan tidak ada keturunan yang seperti ini dalam keluarga besar Basariah dan Turman.
Ayah Santanam, Turman juga menambahkan kalau anaknya yang tengah menderita penyakit polio ini, suka berkaroke meski sedang mengalami keterbatasan fisik.
"Menghibur dirinya, anak saya ini suka karoke, kalau nyanyi bagus suaranya ini, ngaji juga bagus suaranya. Cuma ya itu, kalau misalnya karokean, karena tangannya megang gak sanggup jadi di letakkan di lantai. Jadi sambil miring tiduran nyanyinya," ujar Turman.
"Harapan saya, adalah bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan anak saya ini," sambungnya.
Mengingat pada tanggal 7 Januari 2022 merupakan HUT Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), tak salah jika pemerintah kabupaten untuk memberikan hadiah seminimal mungkin menanggung pengobatan penyakit yang diderita Santanam.
"Ini momennya pas buat pemerintah Kabupaten Sergai, untuk membantu anak-anak yang memiliki kondisi seperti Santanam ini, apalagi sebentar lagi ulang tahun.
Jangan hanya koar-koar di media sosial soal HUT yang jatuh pada tanggal (7/1/2022) nanti. Bantu lah masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan dari pemerintah setempat, tentu itu akan menjadi kado yang spesial," saut salahseorang tetangga Santanam. (cr23/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Santanam-penderita-polio.jpg)