Catatan Sepak Bola

Tak Cuma Newcastle United, Pangeran Arab Ternyata Juga Tertarik Beli PSMS Medan

Manajemen PSMS, yang dijalankan dengan sistem yang hampir tak ada bedanya dari kebanyakan organisasi kepemudaan atau majelis taklim, menampik tawaran.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP/Tribun Medan
Foto combo Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud 

Dengan kata lain, sembari memupuk cinta, kecakapan manajerial mesti dibangun. Orang-orang yang tidak cakap, apalagi tidak becus, jangan diberi ruang apalagi wewenang sebagai penentu kebijakan.

Apakah para pecinta di PSMS memiliki kompetensi? Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud kembali tertawa panjang. Ia mendapatkan laporan seperti ini: 'manajemen PSMS terdiri dari pengurus abadi yang telah berulangkali gagal tapi senantiasa memasang muka tebal dan pengurus-pengurus lain yang kemampuan terbaiknya adalah membebek dan angkat telor lantaran takut kehilangan jabatan yang justru tidak ada kaitpautnya sama sekali dengan sepak bola.'

Pangeran pun seketika paham, dan maklum, kenapa klub ini selama bertahun-tahun cuma bisa jadi pecundang.

Tentu saja kisah di atas sekadar imajiner. Sekadar reka-rekaan.

Namun tidak semua. Bagian bahwa PSMS pecundang, dan kepecundangan ini dikarenakan kekolotan cara berpikir dan ketidakbecusan manajerial yang dihuni para penjilat dan orang-orang gagal bermuka tebal, adalah kenyataan yang sama sekali tak dapat dibantah.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved