Breaking News:

Teri Bajak Melanglang Buana, Kuliner Khas Medan, Jangkau Pasar Indonesia Hingga Eropa

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) ini bercerita awal mula dirinya terjun ke usaha Teri Bajak.

Penulis: Ayu Prasandi | Editor: Ayu Prasandi
Teri Bajak Melanglang Buana, Kuliner Khas Medan, Jangkau Pasar Indonesia Hingga Eropa
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Windi Septia Dewi, Pemilik Teri Bajak saat menunjukkan produk Teri Bajaknya

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Berawal dari keinginan mempermudah orang Medan diperantauan yang rindu akan kuliner khas, menjadi salah satu alasan Windi Septia Dewi mengembangkan usaha Teri Bajak.

Windi sapaan akrabnya, memanfaatkan JNE sebagai perpanjangan untuk mengantar pesanan-pesanan produk Teri Bajak miliknya ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Teri Bajak merupakan usaha rumahan yang menawarkan olahan makanan berbahan dasar Teri Medan, yang semuanya diproduksi sendiri di rumah Windi, Jalan Bajak V, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Usaha Teri Bajak ini dirintis sejak tahun 2013. Ide awalnya memang karena ingin mempermudah orang-orang Medan yang ada di luar kota untuk mendapatkan makanan khas, salah satunya Teri Medan,” ujar Windi.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) ini bercerita awal mula dirinya terjun ke usaha Teri Bajak.

“Ya, awalnya memang hanya untuk mengobati kerinduan beberapa teman yang ada di luar kota. Banyak yang bertanya di mana membeli Teri Medan dan bisa dikirim ke luar kota. Melihat hal tersebut, muncul ide kenapa tidak saya saja yang menjualnya,” cerita Windi.

Keputusannya untuk fokus di bisnis oleh-oleh kuliner khas Medan tersebut ternyata membuahkan hasil.

Agar produknya semakin dikenal, Windi memanfaatkan berbagai situs jual beli online, marketplace, dan sosial media seperti Instagram untuk memasarkan produknya.

“Pemasaran pertama lewat Instagram, saya buat akun khusus @Teribajak dan mulai banyak yang memesan. Ketika pesanan mulai ramai, kemudian saya mencoba membuka outlet di kawasan Merdeka Walk yang kini sudah pindah ke Jalan Bajak V,” tuturnya.

Tak selalu mulus, usaha Teri Bajak milik Windi sempat menghadapi pasang surut. Mulai dari bahan baku yang cukup langka hingga sepinya pembeli.

Namun hal tersebut tak membuatnya patah semangat. Agar produknya bisa bersaing, ia terus melakukan inovasi seperti membuat varian produk yang disukai konsumen dan juga inovasi pada packaging.

Kerja kerasnya membuahkan hasil, kini Teri Bajak cukup banyak peminat mulai dari beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Aceh, Makassar, Palembang, bahkan sampai ke Papua.

Tak hanya itu, ada juga beberapa yang memesan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Paris bahkan Amerika.

Melihat cukup banyaknya peminat dan agar mempermudah mendapatkan produknya, Windi berinovasi, bekerja sama dan berkolaborasi dengan beberapa pihak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved