News Video
BENTROK Pedagang Vs Satpol PP di Pasar Lelo, Seorang Bocah Trauma Akibat Kakinya Diinjak Petugas
Pedagang Pasar Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, Sumatera Utara, kembali bentrok dengan Satpol PP, Minggu (9/1/2022).
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: M.Andimaz Kahfi
"Harapan saya Pekan Lelo tetap beroperasi sebagaimana pada biasanya," tutup Misdaini.
Amatan wartawan Tribun Medan, sejumlah lampak yang beratapkan seng, roboh rata dengan tanah akibat bentrokan pedagang Pekan Lelo dan Satpol PP.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak satu truk anggota Satpol PP Sergai berkostum merah abu-abu mendatangi Pekan Lelo.
Beberapa anggota Satpol PP memberi selembaran kertas agar para pedagang menutup dagangannya.
Hal itu pun ditolak pedagang Pekan atau Pasar Lelo. Dan anggota Satpol PP Sergai langsung memasuki kawasan Pekan Lelo yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
Namun, sejumlah pedagang menghalang dengan memegang poster yang bertuliskan 'KUHP 551 Dilarang Masuk Tanpa Izin bagi yang tidak berkepentingan'.
Menghiraukan hal tersebut, anggota Satpol PP tetap bersikeras memasuki kawasan pekan atau Pasar lelo.
"Udah disitu aja, bicara dulu. Kondusif ya kondusif," teriak pedagang.
Lantaran si pemilik halaman lahan pasar pekan lelo bersama warga yang ikut menghalang, maka terjadilah aksi saling dorong-mendorong.
Satpol PP pun menangkap satu persatu pedagang yang dianggap sebagai provokator.
Dalam aksi tersebut ada sebanyak lima orang diangkut paksa oleh anggota Satuan Satpol PP diduga sebagai provokator.
Tidak sampai disitu, Satpol PP Sergai terus mengarah masuk ke lapak-lapak para pedagang pasar pekan lelo, dengan maksud memerintahkan kepada pedagang agar segera menutup dagangannya.
"Ya Allah pak biarkan kami jualan pak," teriak kembali seorang pedagang.
Alhasil, bentrokan pun kembali terjadi antara pedagang dan Satpol PP, dan tampak seorang bocah bernama Putri mengalami trauma disaat terjadinya bentrok Satuan Satpol PP dengan pedagang.
Yang di mana pada saat bentrok terjadi Putri menemani neneknya berjualan dagangan dan kakinya terinjak petugas disaat itu.
"Yang sabar ya nak, banyak doa nak, biar dapat karma orang (Satpol PP) itu," ujar seorang wanita.
(cr23/tribun-medan.com)