Breaking News:

Vanili Sumut Primadona Pasar Global, Optimistis Ekspor Bisa Meningkat hingga Lima Kali Lipat

Untuk memenuhi pasokan, PT Sumber Bukit Jaya membeli vanili dengan harga Rp 200 ribu- Rp 300 ribu per kg, tergantung kualitasnya.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
HO
Vanili yang sudah dikeringkan.   

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Komoditas pertanian untuk vanili dan turunan asal Sumut kini semakin diminati oleh para eksportir untuk dijual ke mancanegara. Diantaranya ada PT Sumber Bukit Jaya sebagai salah satu perusahaan eksportir vanili terbesar di Sumatera Utara.

Perwakilan PT Sumber Bukit Jaya, Hendi Situmorang mengungkapkan jika saat ini vanili memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

"Dari sisi pengiriman saja kita harus menggunakan transportasi udara, tidak bisa disamakan dengan komoditas lain yang dikirim lewat laut," ungkap Hendi, Selasa (11/1/2021).

Dijelaskan Hendi, vanili dari Sumut sudah menarik minat banyak negara di Eropa dan Asia yang kemudian menjadi tujuan ekspor. Ada pun produk Vanili yang dikirim adalah buah yang sudah dikeringkan (Vanili Bean) atau sudah menjadi bubuk (Vanili Powder).

Baca juga: Ekspor Kopi Kian Menjual, Pemerintah Berencana Hibahkan Mesin Kopi Kapsul Ke Pengusaha Tahun Ini

Dikatakan Hendi, masing-masing produk vanili asal Sumut digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti bahan perasa makanan, pewangi, kosmetik, dan banyak kegunaan lain.

Untuk memenuhi pasokan, PT Sumber Bukit Jaya membeli vanili dengan harga Rp 200 ribu- Rp 300 ribu per kg, tergantung kualitasnya.

Saat ini, Sumut mulai memiliki beberapa daerah sentra vanili dan yang terbesar adalah Kabupaten Karo dan juga berada di sekitar Danau Toba, kemudian Deliserdang, dan Langkat.

Selain menjadi sentra utama, kualitas vanili dari Tanah Karo juga relatif lebih bagus dari daerah-daerah lain di Sumut. Bahkan kualitas vanili dari Tanah Karo juga merupakan yang terbaik di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari Hendi, saat ini Sumut sudah mampu memproduksi 10 ton vanili setiap bulannya, yang didominasi dari Desa Perbesi di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo.

Saat ini, Desa Perbesi menjadi sentra vanili di Karo lantaran memiliki petani yang relatif banyak dan bersungguh-sungguh membudidayakan tanaman ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved