Sosok Manusia Pertama yang Berhasil Menggunakan Jantung Babi

Para Ilmuwan Universitas Harvard dan perusahaan eGenesis sebelumnya berhasil menyingkirkan virus yang bersembunyi di DNA 37 babi.

Editor: AbdiTumanggor
NYU LANGONE VIA BBC NEWS INDONESIA
Ginjal babi dihubungkan dengan pembuluh darah pasien penerima. 

"Saya memahami kekhawatiran [terkait eksperimen ini] dan saya akan bilang saat ini sekitar 40 persen pasien yang menunggu untuk cangkok organ meninggal dunia sebelum mereka menerimanya.

"Kita menggunakan babi sebagai sumber makanan, kita menggunakan babi untuk keperluan pengobatan - untuk katup jantung, untuk obat. Saya rasa ini tidak jauh berbeda."

Ia berkata penelitiannya masih dalam tahap awal dan masih diperlukan lebih banyak studi, namun menambahkan: "Ini memberi kami, saya rasa, kepercayaan diri baru bahwa akan baik-baik saja untuk memindahkan [prosedur] ini ke klinik."

Tim dokter di balik operasi transplantasi ginjal babi ke manusia berhasil dilakukan di Amerika Serikat.
Tim dokter di balik operasi transplantasi ginjal babi ke manusia berhasil dilakukan di Amerika Serikat. (NYU LANGONE VIA BBC NEWS INDONESIA)

Keluarga pasien penerima, yang ingin menjadi donor organ, memberi izin untuk operasi tersebut.

Regulator obat AS, FDA telah menyetujui penggunaan organ babi yang dimodifikasi secara genetik untuk penelitian seperti ini.

Dr Montgomery percaya bahwa dalam satu dekade, organ babi lainnya - jantung, paru-paru dan hati - dapat diberikan kepada manusia yang membutuhkan transplantasi.

Dr Maryam Khosravi, seorang dokter ginjal dan perawatan intensif yang bekerja untuk NHS di Inggris, mengatakan: "Pencangkokan organ hewan ke manusia sudah kita pelajari selama puluhan tahun, dan sangat menarik melihat kelompok peneliti ini membuat kemajuan."

Perihal etika, ia berkata: "Hanya karena kita bisa melakukan sesuatu tidak berarti kita harus melakukannya. Saya pikir masyarakat luas perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini."

Seorang juru bicara unit darah dan transplantasi NHS mengatakan bahwa mencari lebih banyak donor manusia yang cocok masih menjadi prioritas untuk saat ini: "Jalannya masih cukup panjang sebelum transplantasi seperti ini menjadi realita sehari-hari."

"Sementara para peneliti dan dokter terus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan peluang hidup bagi pasien transplantasi, kami masih membutuhkan semua orang untuk membuat keputusan mengenai donasi organ mereka serta memberi tahu keluarga apa yang mereka inginkan seandainya donasi organ dimungkinkan."

(*/Tribunmedan/ BBC News Indonesia)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved