Awi Coffee, Jajaki Pasar Internasional dengan Kopi Terbaik yang Lulus Uji
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jenis asal kopi terbanyak, atau bisa disebut dengan single-origin.
Akan tetapi ko Awi menambahkan bahwa Awi Coffee tidak menutup peluang untuk mengekspor green coffee bean (kopi mentah).
“Pernah kami mengirim 1 container ke china dengan metode kolaborasi dengan teman eksportir. Kami juga pernah mengirim 300 kg kopi luwak ke Mexico,” jelas ko Awi.
Ko Awi menuturkan bahwa berbicara standard masing-masing negara importer mempunyai standard yang berbeda-beda. Terlebih di saat pandemi adalah sebuah tantangan besar untuk mengekspor ke China.
“Kebetulan kemaren kita ada pesanan 100 kg kopi luwak roasted. Importir China mau kami memastikan bahwa paket yang kami kirim bebas virus Covid. jadi semua proses produksi hingga pengemasan kami sterilisasi dengan desinfektan. Kami videokan semua proses ini dan kirim ke buyer China agar mereka yakin,” kata ko Awi.
Untuk proses ekspor kopi, hal yang tidak boleh terlewatkan adalah proses uji residu pestisida. Ada 4 macam kopi yang dikirim oleh ko Awi ke Jepang untuk melalui proses uji tersebut. Adapun produk yang dikirim adalah King Jantan, Simalem Honey, Simalem Fermented Natural, & FLores Bajawa. Semua kopi tersebut lolos uji lab dan tidak ada kimia ISOPROCARB yang terdeteksi.
“Sejak November 2021, ada tambahan requirement untuk mengirim kopi ke Jepang. Ini akibat ada beberapa container kopi Indonesia sebelumnya (oleh eksportir lain) yang terdeteksi bahan kimia pestisida ISOPROCARB yang di atas ambang batas. Karena ini pemerintah Jepang mengharuskan semua kopi yang diterima harus diuji Lab untuk bahan itu,” jelas ko Awi.
Selain mengekspor kopi, Awi Coffee kerap mengikuti pameran kopi di luar negeri. Pameran yang pertama adalah pameran di SCAJ Tokyo tahun 2018 dan 2019 yang difasilitasi ITPC (Indonesian Trade and Promotion Centre) Osaka. Selama pandemi, Awi Coffee mengikuti beberapa Virtual Expo dan Business Matching seperti Coffee Tea Asia Expo di Singapura, Business Matching yang difasilitasi ITPC Los Angeles.
“November kemaren sempat diundang lagi ke pameran SCAJ Tokyo 2021 dan Pameran Kopi Indonesia di Moscow yang difasilitasi Bank BCA. Kami menganggap semua pameran sangat prestige dan bisa memberikan peluang yang bagus. Jadi setiap pameran kami ikut dengan sangat serius,” ujar ko Awi.
Dengan banyaknya pencapaian di tahun tahun sebelumnya, Awi Coffee tidak begitu saja puas lalu bertahan di titik tersebut. Banyak rencana yang sudah dipikirkan dengan matang.
Jika Pandemi sudah berakhir, Tahun 2022 atau 2023 Awi Coffee ingin hadir secara fisik di pameran kopi di Shanghai. Karena China adalah pangsa yang sangat besar yang dipengaruhi oleh populasinya yang besar.
Selanjutnya Awi Coffee juga bekerjasama dengan Simalem Coffee Farm dan berencana akan mendistribusikan kopinya ke pangsa luar negeri.
“Dan yang terakhir, tahun ini kami akan membuka coffee lab standar Internasional SCA Academy, dimana kami akan membuka peluang menerima coffee people dari manca negara yang mau mengambil kelas Q grader dan Q processor. Mudah-mudahan, kami bisa menambah pertemanan dengan pemain kopi luar negeri dan bisa memperluas network dan pangsa pasar,” pungkas ko Awi.
*(Uta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Persiapan-pengiriman-produk-Awi-Coffee-ke-luar-negeri.jpg)