Repdem Tebingtinggi Ajak Masyarakat Rayakan Imlek dengan Sukacita
Ketua DPC Repdem Tebingtinggi, Sandy mengajak seluruh masyarakat merayakan imlek dengan sukacita.
Menurutnya, imlek merupakan pesta rakyat orang Tionghoa yang dirayakan selama 15 hari dari tanggal satu Imlek (Che it) dari penanggalan Cina, hingga ditutup pada tanggal 15 (Cap Go Meh).
"Makna dari perayaan Imlek adalah mensyukuri anugerah yang telah diberikan Tuhan dan memohon perlindungan di masa mendatang," kata pria yang menakhodai organisasi sayap PDI Perjuangan di Tebingtinggi ini.
Selain itu, kata Sandy, Imlek juga selalu dijadikan sarana silaturahmi untuk saling mengunjungi kerabat.
Biasanya yang muda mengunjungi yang tua, kemudian yang tua memberikan hadiah yang biasa disebut angpao kepada yang muda.
"Memang kalau dilihat dari cara dan gayanya, Imlek itu memiliki kaitan erat terutama dengan Konghucu. Tapi sebenarnya Imlek bukan semata perayaan ritual keagamaan. Imlek sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Bahkan sebelum orang-orang Tionghoa mengenal agama," ujarnya.
Imlek, kata Sandy telah dirayakan sejak zaman prasejarah. Sedangkan ajaran Tao dan Konghucu baru muncul sekitar tahun 600 atau 500 sebelum masehi, yaitu pada masa dinasti Zhou.
Begitu juga Buddha yang baru muncul pada tahun 65 masehi di era Dinasti Han.
"Bagi yang beragama Konghucu, Imlek menjadi perayaan agama. Tapi bagi umat lain, baik itu Islam atau Kristen keturunan Tionghoa, Imlek bermakna budaya," katanya.
Kalau dihitung dari jumlah tahunnya, lanjut Sandy, perayaan Imlek sudah dirayakan sejak sekitar 7 ribu tahun silam.
"Dari perayaan imlek kita mengetahui perihal budaya yang harus dirayakan demi menjaga nilai-nilai leluhur," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sandy.jpg)