MENILIK Api Abadi di Hutan Bojonegoro, Menyembul di Tengah Tumpukan Batu

Adapun sumber api diketahui berasal dari semburan gas alam dari perut bumi sehingga api tidak akan padam meski diguyur hujan.

Editor: AbdiTumanggor
DOK. Berto Wedhatama/National Geographic Indonesia
Kanyang Api di Bojonegoro 

Biasanya, ritual dilakukan di pendopo maupun bangunan serupa anak candi yang mengelilingi api abadi.

Menurut Berto, sebenarnya ia berkunjung di waktu yang kurang tepat.

Kedatangannya saat itu bertepatan dengan tanggal satu Kliwon yang dipercaya sebagai waktu bertapa masyarakat.

Alhasil, objek wisata Kayangan Api ditutup lebih cepat dari jam normal operasional.

“Saya datang ke lokasi itu siang menuju sore. Belum juga foto, ternyata petugasnya bilang, 'Mas, sudah mau tutup'. Padahal masih jam lima sore,” lanjutnya.

Namun, karena kepalang sudah berada di lokasi, Berto meminta izin waktu sejenak kepada pengelola untuk mengambil gambar. Beruntung, pihak pengelola mengizinkan ia berada di sana lebih lama.

“Pengelola bilang, 'Ya sudah boleh, Mas, tapi jangan lama-lama'. Akhirnya, dapat waktu untuk memotret dari jam enam sampai jam sembilan malam,” katanya.

Menyadari keterbatasan waktu, Berto tidak ingin menyia-nyiakan momentum tersebut.

Ia bergegas untuk "menangkap" Kayangan Api menggunakan kamera smartphone realme 9 Pro+ dengan konsep minim cahaya atau low-light photography. Setelah tripod berhasil disiapkan, fotografer senior itu pun memasang smartphonenya pada tripod.

Saat proses pengambilan gambar, ia mengaku sempat kesulitan untuk menentukan angle yang pas.

Embusan angin membuat lidah api bergerak ke berbagai arah dan posisi api menyembul kerap berpindah.

Selain itu, minimnya sumber cahaya di lokasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Berto.

“Awalnya, pengin pakai konsep bergerak apinya agar lebih dramatis. Tapi akhirnya enggak jadi karena medannya sulit dan penerangan terbatas. Lampu itu hanya ada dua di area parkir, sisanya gelap,” tutur Berto.

Berto menjajal berbagai fitur kamera pada realme 9 Pro+ agar sesuai dengan kondisi tersebut.

Akhirnya, dia menggunakan fitur mode malam (night mode) dan street mode yang dianggap bisa mengakomodir konsep low-light photography dan objek bergerak.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved