TRIBUNWIKI

3 Tokoh Nasional dari Mandailing Marga Nasution, Ada Gubernur Pertama Sumut

Suku Batak sendiri terdiri dari 5 etnis, yakni Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Mandailing. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
HO
3 Tokoh Nasional Bersuku Batak Mandailing Marga Nasution 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Batak merupakan salah satu suku yang ada di Sumatera Utara.

Suku Batak sendiri terdiri dari 5 etnis, yakni Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Mandailing. 

Berikut 3 tokoh nasional yang Bersuku Batak Mandailing dengan marga Nasution. 

Baca juga: Lirik Lagu Batak Umbak Hangoluan, Berkisah Tentang Petuah Ayah kepada Anak

1. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution 

G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan. Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia. (kebudayaan.kemendikbud.go.id)
G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan. Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia. (kebudayaan.kemendikbud.go.id) (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Jenderal Abdul Haris Nasution atau AH Nasution merupakan salah satu pahlawan dalam era kemerdekaan Indonesia.  

AH Nasution  atau yang akrab dipanggil pak Nas merupakan petinggi tentara angkatan darat kebanggan Indonesia.

Dari pemikiran dia, lahir strategi perang grilya yang banyak diadopsi militer di dunia.

AH Nasution merupakan salah satu Jenderal bintang lima yang disematkan kapadanya karena jasa jasanya kepada bangsa Indonesia. 

Selain petinggi di militer, AH Nasution juga perna menjabat menjadi Menteri Koordinator (Menko) Pertahanan Keamanan atau Kepala Staf Angkatan Bersenjata hingga dipilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

AH Nasution merupakan pria kelahiran 3 Desember 1918 di Kota Novan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dia adalah anak kedua dari dua bersaudara.

Ayahnya merupakan seorang pedagang yang juga merupakan anggota dari organisasi Sarekat Islam (SI) 

Sejak kecil sebenarnya AH Nasution bercita-cita menjadi seorang guru. Ketika lulus sekolah dari SMA keinginannya menjadi seorang guru memudar sebab dirinya banyak mengadopsi pemikiran Soekarno yang lekat dengan pergerakan kemerdekaan Indonesia. 

AH Nasution kemudian bergabung dalam korps militer cadangan yang dibuat oleh Belanda dalam menghalau ancaman Nazi yang saat itu menyerang negara pada tahun 1940. 

Dia juga perna masuk ke dalam Tentara Sukarelawan Pembela Tanah Air (PETA) saat Jepang berkuasa di Indonesia. 

Dari sanalah karir militer AH Nasution dimulai. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved