Breaking News

Rusia vs Ukraina

Rusia Ungkap Kekecewaannya pada India karena Hal Ini

Rusia ungkap kekecewaannya pada India. Di mana, media India menuduh kedua negara saling menyebarkan propaganda dan informasi palsu satu sama lain.

Editor: AbdiTumanggor
twitter/kolase tribun-medan.com
Presiden Rusia-India: Di Tengah Invasinya ke Ukraina, Rusia Mendadak Ungkap Kekecewaannya pada India karena Hal Ini 

Punya Hubungan Mesra Selama Ini, Rusia Mendadak Ungkap Kekecewaannya pada India karena Hal Ini di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah invasinya ke Ukraina, Rusia ungkap kekecewaannya pada India. Di mana, media India menuduh kedua negara saling menyebarkan propaganda dan informasi palsu satu sama lain.

Seperti diketahui, India dan Rusia selama ini memiliki hubungan khusus. Kedua negara memiliki hubungan pertahanan dan diplomatik dalam jangka waktu yang lama.

Rusia terus menjadi pemasok senjata terbesar India meskipun pangsanya telah turun menjadi 49 persen dari 70 persen karena keputusan India untuk mendiversifikasi portofolionya dan meningkatkan manufaktur pertahanan domestik.

Rusia juga memasok peralatan seperti sistem pertahanan rudal S-400 yang memberikan pencegahan strategis penting bagi India terhadap China dan Pakistan.

Itulah alasan mengapa India melanjutkan pesanan S-400 meskipun ada ancaman sanksi AS. New Delhi dan Moskow sepakat untuk memperpanjang kerja sama militer dan teknis selama satu dekade lagi.

Kini, kekecewaan Rusia terhadap India itu langsung diungkapkan oleh Kedutaan Besar Rusia.

(ilustrasi) Hubungan India dan Rusia
Presiden India dan Rusia (India Today).

Melansir The EurAsian Times, Kamis (3/3/2022), Kedutaan Besar Rusia mengatakan bahwa media India harus memberikan informasi yang jujur ​​dan objektif kepada warganya mengenai krisis Ukraina.

"Rusia tidak mengobarkan perang melawan Ukraina dan rakyatnya, tetapi telah melakukan operasi militer khusus dengan tujuan mengakhiri Nazisme serta demiliterisasi di Ukraina," kata kedutaan Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Militer Rusia sedang menahan diri secara maksimal. Itu tidak menargetkan warga sipil dan kota. Tentara Rusia hanya menargetkan pangkalan militer. Tentara kami tidak menggunakan senjata terlarang seperti tentara Ukraina, juga tidak memajukan orang dalam bentuk perisai manusia. Kami juga memperlakukan tawanan perang dengan hormat,” kata kedutaan Rusia.

Dalam sebuah tweet, kedutaan mengatakan, “Rusia selalu siap untuk berdialog. Pangkalan nuklir aman di Ukraina. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh IAEA. Setiap informasi yang bertentangan adalah bias dan menyesatkan,”

Media India sebelumnya melaporkan bahwa militer Rusia telah mengambil alih pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.

"Hal itu terjadi di tengah kekhawatiran Rusia bahwa Ukraina, yang diduga didukung oleh kekuatan internasional, sedang mengembangkan senjata nuklir menggunakan Plutonium-239 yang ditemukan di kompleks tersebut."

Kritik Moskow terhadap media India datang beberapa hari setelah Rusia mengatakan bahwa mereka "sangat menghargai" posisi New Delhi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di mana India telah abstain dari pemungutan suara untuk resolusi menentang Rusia.

Kedutaan Rusia kemudian menyatakan bahwa Moskow bertekad untuk menjaga hubungan dekat dengan New Delhi mengenai situasi di Ukraina dalam semangat aliansi strategis khusus dan istimewa mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved