Rusia vs Ukraina

TERNYATA Negara Ini Dapat Keuntungan Paling Besar dari Perang Rusia-Ukraina

China Malah Diduga Dapat Keuntungan Paling Besar dari Konflik Rusia-Ukraina, Rencana Geser AS Jadi Negara Adidaya Kian Terwujud Tanpa Disadari

Editor: AbdiTumanggor
facebook
Kendaraan lapis baja Rusia hancur terbakar dihantam rudal antitank di Kota Kharkiv 27 Februari 2022. 

China Malah Diduga Dapat Keuntungan Paling Besar dari Konflik Rusia-Ukraina, Rencana Geser AS Jadi Negara Adidaya Kian Terwujud Tanpa Disadari, Padahal Hanya Duduk Tenang Melihat dari Kejauhan.

TRIBUN-MEDAN.COM - Konflik Rusia-Ukraina telah membuat banyak hal berubah.

Tapi satu hal yang pasti, China dituding jadi pemenang dari perang Rusia-Ukraina. Hal ini disampaikan oleh Steve Gray, mantan agen khusus FBI yang bekerja di China dan Korea Utara, melansir Fox News Digital.

"Pada akhirnya, China adalah pemenang besar dalam Perang Rusia-Ukraina," kata Steve Gray.

Dia menambahkan, “China akan menjadi penerima manfaat utama dari sanksi terhadap Rusia, yuan akan mendapat manfaat dari penurunan rubel, dan mereka telah diberikan studi kasus tentang seperti apa tanggapan dunia jika mereka menyerang Taiwan.”

"Tidak mengherankan sama sekali untuk mengetahui bahwa ini terbentuk persis seperti yang direncanakan China," jelas Gray.

Gedung di Ukraina rusak parah setelah digempur rudal Rusia
Gedung di Ukraina rusak parah setelah digempur rudal Rusia (FB Rytis Renkauskas)

Steve Gray dikabarkan menghabiskan 10 tahun bekerja sebagai agen khusus pengawasan yang berfokus pada China dan Korea Utara.

Gray mengatakan ia berpengalaman sebagai agen khusus pengawas FBI bekerja di China dan Korea Utara.

Ia tahu, Partai Komunis China akan terus berencana menggantikan AS sebagai pemimpin global.

Sebagai orang Amerika, kita harus menyadari ancaman ini," jelasnya.

Gray berpendapat bahwa strategi energi Rusia di Eropa harus bisa memberi petunjuk kepada Amerika tentang cara persaingan asing Amerika dalam mempersenjatai pengaruh ekonomi secara strategis untuk keuntungan geopolitik.

Hal ini berkaitan dengan masalah sebelumnya walaupun negara-negara Eropa ikut AS menjatuhkan sanksi berat kepada Rusia, negara-negara Eropa masih bergantung pada Rusia terkait energi.

Presiden China Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping (NYMAG)

China pun bergerak mendominasi industri kritis contohnya rare-earth material (material tanah langka).

Kini mengisolasi China akan sulit karena China menguasai pasar yang dibutuhkan banyak orang.

Pandemi COVID-19 menekankan sejauh mana rantai pasokan medis Amerika bergantung pada China.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved