TRIBUNWIKI

SOSOK Kolonel Luqman Arief, Danrem 022/PT, Perwira Kopassus yang Terkenal Turunkan Baliho FPI

Di awal karier militernya, ia terlibat dalam prajurit yang ditugaskan dalam proses evakuasi bencana Tsunami bersamaan dengan konflik GAM.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Kolonel Inf Luqman Arief, Komandan Resort Militer (Danrem) 022/Pantai Timur  

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Kolonel (Inf) Luqman Arief mendapatkan amanah sebagai Komandan Korem 022/Pantai Timur yang berkedudukan membawahi beberapa komando distrik (Kodim) di pantai timur Sumatera Utara sejak 18 Februari 2022.

Nah, sosok pria tegap lulusan Akmil 1996 ini begitu cakap di dunia militer.

Dalam peresmian Kampung Pancasila di Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Kamis (10/3/2022) Luqman memperkenalkan dirinya sebagai warga baru di Sumut.

Luqman dilahirkan di Bandung, 9 Februari 1975. Karier militernya didominasi di dunia Kostrad.

Di awal karier militernya, ia terlibat dalam prajurit yang ditugaskan dalam proses evakuasi bencana Tsunami bersamaan dengan konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Saya lulusan Akabri 96. Kemudian penugasan yang saya lalui dulu pernah ke Aceh tahun 2000. Waktu konflik meledak. Saya juga bertugas di Kopassus. Waktu Tsunami 2004 juga di sana," ujar Luqman.

Kesulitan untuk meredam konflik dan proses pemulihan kondisi Aceh pasca-tsunami dirasakan Luqman masa itu.

Namun semua pengalaman itu menempahnya menjadi prajurit seperti sekarang. 

Luqman menyampaikan, selama 8,5 tahun ia berganti-ganti jabatan sebagai komandan satuan di Papua yang juga akrab dengan konflik bersenjata.

Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI: Ifani Helen, Dara Utama Kota Medan

“Saat pernah di Paspampres. Kemudian ke Papua. di Papua satu bulan saya rasa sudah (cukup) ya. Tapi Saya nggak lama di sana, sekitar 8,5 tahun,” ujar Luqman sambil tersenyum mengisyaratkan panjangnya TNI hadir meredam konflik dan menciptakan perdamaian. 

“Di sana luar biasa. Jadi Danyonif 751/Sentani. Kemudian saya dua kali jadi dandim, yaitu Dandim Jayapura dan Dandim (1714) Puncak Jaya. Kalau di sana kita pakai rompi dan helm itupun jumlahnya terbatas. Kita utamakan untuk anggota kita yang mengejar OPM itu, Pak,” katanya.

Kontroversi sempat menimpa Luqman Arief lantaran dituduh memotong hak prajurit. Kasus ini telah diselesaikan Kodam CVII Cenderawasih. 

Dirasa cukup di Papua, Kolonel Infanteri Luqman Arief kemudian melanjutkan dinas militer di Jawa.

Ia pernah menjabat Kabaglat Rindam Kodam III/Siliwangi tahun 2018 dan Kabintaldam Kodam III/Siliwangi tahun 2019.

Kepopulerannya pun keluar tatkala menjabat Dandim 0501/Jakarta Pusat tahun 2020.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved