Fakta Tewasnya Dokter Sunardi, Terduga Teroris JI, Keluarganya Kecewa Ditembak Mati Densus 88
Perwakilan keluarga, Endro Sudarno, menilai tindakan Densus 88 mengakibatkan Sunardi meninggal dinilai gegabah.
"Dia dokter yang sering ikut kegiatan sosial, bakti sosial, pengobatan gratis, tanggap bencana. Dan selama ini warga yang kami ketahui juga dia dokter yang sifatnya sosial," ucap dia.
Berdasarkan pemaparan Camat Sukoharjo, Havid Danang, Sunardi dikenalnya baik dan aktif berorganisasi.
Kata Havid, ia mengenal Sunardi saat masih menjabat sebagai Lurah Gayam.
3. Dikenal Tertutup
Kendati dikenal dermawan, namun ketua RT tempat Sunardi tinggal mengungkap fakta sebaliknya.
Ketua RT Bambang Pujiana mengatakan Sunardi dikenal sebagai pribadi yang tertutup.
Ia juga megatakan Sunardi tidak pernah hadir dalam kegiatan warga.
"Sepanjang saya menjabat ketua RT dari tahun 2019, SU saat saya mengadakan pertemuan-pertemuan kegiatan warga tidak pernah ada, tidak pernah datang tidak pernah sosialisasi," kata Bambang.
Bambang, Ketua RT mengatakan kalau Sunardi bahkan enggan masuk grup WhatsApp RT tempat tinggalnya.
Bahkan, iuran warga pun Sunardi tidak pernah ikut membayarnya.
"Iuran warga setiap bulannya Rp 25 ribu juga tidak pernah memberikan," ujarnya.
4. Bukan warga asli
Sebuah papan nama terduga teroris Dokter S dipasang di depan rumahnya di perumahan besar di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (10/3/2022).
Menurut ketua RT setempat, Bambang Pujiana, mengatakan, sosok Sunardi dan keluarganya bukan warga asli Kelurahan Gayam.
Ia menjelaskan Sunardi pendatang yang membeli rumah di Sukoharjo.
Selama di Sukoharjo, dokter Sunardi belum menyerahkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) kepada RT setempat.
5. Diduga Teroris Jemaah Islamiyah
Kepala Biro Penerangan Masyatakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengatakan, dokter Sunardi tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah (JI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dokter-sunardi-tribunmedan.jpg)