Rusia vs Ukraina

RUSIA Kewalahan Hadapi 2 Senjata Mini Ukraina Ini, Sudah 30 Jet dan 750 Alat Tempurnya Dihancurkan

Selain Drone Bayraktar TB2 buatan Turki, tampaknya rudal portabel buatan Jerman dan AS yang ditembakkan dari bahu terbukti sangat efektif bagi pasukan

Editor: AbdiTumanggor
Kolase Tribun-Medan.com/twitter
Dua senjata mini andalan Ukraina mampu menghancurkan pasukan Rusia. Ukraina mengklaim telah menjatuhkan setidaknya 30 jet tempur Rusia dan sebanyak 750 alat hingga tank disita. 

Ukraina saat ini menggunakan MANPADS, FIM-92 Stingers, dan Javelin yang ikonik yang dikembangkan oleh Amerika Serikat.

Rudal Stinger telah memainkan peran kunci dalam kekalahan Uni Soviet di Afghanistan pada 1980-an.

Sebelum dimulainya permusuhan, AS mengirimkan beberapa ratus MANPADS ini ke Ukraina.

Karena Uni Eropa memilih untuk secara terbuka mendukung negara yang diserang, Uni Eropa juga telah mengirimkan beberapa rudal ini dari gudang senjatanya sendiri.

Stinger memiliki berat 15 kilogram, bergerak dengan kecepatan Mach 2.2, memiliki jangkauan maksimum lebih dari 5.000 meter.

Varian terbaru rudal ini mencakup hulu ledak pemandu inframerah/ultraviolet serta sekring jarak untuk membuatnya lebih efektif melawan drone.

Di sisi lain, Javelin adalah salah satu perangkat anti-armor bahu tercanggih di dunia, yang membawa pertarungan ke lawan.

Setelah diluncurkan, Javelin secara otomatis mengarahkan dirinya ke target, membiarkan penembak mencari perlindungan dan menghindari serangan balik.

Rudal anti-tank modern ini, yang terus diberikan oleh Amerika Serikat dan Estonia ke Ukraina, adalah senjata yang sangat mumpuni dengan sistem pengendalian tembakan canggih yang memungkinkannya digunakan secara efisien kapan saja, siang atau malam.

Drone Bayraktar TB2 Buatan Turki

Selain rudal portable, senjata Drone Bayraktar TB2 juga mendapat perhatian dari para pengamat militer dunia dalam invasi Rusia Ukraina. Drone buatan Turki ini sukses melumat sejumlah tank, konvoi kendaraan militer Rusia.

Otoritas Turki pun langsung bersuara setelah mendapat protes dari Rusia. Turki menyebut pesawat mini (drone) dengan harga mini (pula) tak berawak itu dikirim ke Ukraina bukanlah bantuan militer melainkan dijual. Begitu kata seorang wakil menteri luar negeri Turki seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/3/2022).

Pernyataan itu mencuat untuk menghindari ketersinggungan Rusia.

Sistem rudal Pantsir S1 milik militer Rusia hancur dihantam dronen Ukraina.
Sistem rudal Pantsir S1 milik militer Rusia hancur dihantam drone Ukraina. (Twitter Illia Ponomarenko)

Turki merupakan Anggota NATO yang berbatasan laut dengan Rusia dan Ukraina. Pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan memiliki hubungan baik dengan kedua negara itu.

Turki dikenal memiliki kerjasama erat dengan Rusia selama ini dalam hal energi, perdagangan, dan pertahanan. Semetara Turki juga telah menjual drone Bayraktar TB-2 ke Kyiv dan menandatangani kesepakatan untuk memproduksi lebih banyak drone. Hal itu terungkap setelah kunjungan Presiden Turki Tayyip Erdogan ke Ukraina pada awal Februari 2022 lalu yang membuat marah pejabat Rusia.

Dikutip dari Tribunnews yang melansir Reuters, bahwa Kementerian Pertahanan Ukraina telah menerima pengiriman baru drone bersenjata, yang telah terbukti efektif dalam beberapa tahun terakhir melawan pasukan Rusia dan sekutu mereka dalam konflik di Suriah dan Libya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved