Marga Batak Karo
DAFTAR Lengkap Marga Batak Karo dan 7 Tradisi Khas Pernikahannya
Dalam perkembangannya, semua keturunan anak laki-laki yang memiliki marga membentuk lagi dengan marga-marga yang diturunkan kepada anak mereka.
Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
Selanjutnya Tribuners akan melakukan tradisi persadan tendi, yang bertujuan untuk memberikan makanan sebagai pemulihan tenaga kepada kedua mempelai yang telah melalui berbagai tahapan prosesi pernikahan adat karo.
Biasanya tradisi ini dilakukan pada malam hari yang sama setelah melakukan tradisi kerja adat, Tribuners akan melakukan makan malam bersama oleh seluruh sanak keluarga.
Dalam pelaksanaan tradisi persadan tendi, para anak beru telah menyiapkan makanan bagi kedua pengantin, yang bertujuan untuk memberi semangat baru bagi kedua mempelai.
Anak beru adalah pihak keluarga laki-laki yang nikah atau penerima anak gadis untuk diperistri.
6. Ngulih Tudung
Tradisi ini dilakukan setelah menyelesaikan pesta adat, ngulih tudung dilakukan selama dua hingga empat hari setelah pesta kerja adat berlangsung.
Orang tua pihak laki-laki kembali akan datang ke rumah orang tua pihak perempuan dan datang membawa lauk-pauk yang berisi ikan dan ayam.
Baca juga: Deretan Pecatur Berdarah Batak yang Miliki Segudang Prestasi Hingga Meraih Gelar Grandmaster
7. Ertaktak
Sebagai penutupan tradisi pernikahan adat Batak Karo adalah melakukan ertaktak.
Pada tradisi ini ditentukan kedua keluarga untuk bertemu di rumah Kalimbubu pihak wanita agar membahas pengeluaran biaya-biaya acara pesta adat yang telah selesai.
Pada tradisi ertaktak, akan membahas pengeluaran biaya yang telah dikeluarkan selama prosesi pernikahan.
Setelah sudah selesai acara ertaktak, Tribuners akan menutup acara dengan makan bersama sanak saudara yang hadir dalam pesta.
(cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Pernikahan-Adat-Batak-Karo.jpg)