Bencana Angin Puting Beliung

Ibu Dua Anak Terus Panjatkan Doa saat Atap Rumahnya Disapu Angin Puting Beliung

Ayu, korban bencana puting beliung cuma bisa memanjatkan doa sembari meminta pertolongan warga

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Ayu korban angin puting beliung yang atap rumahnya hilang, Kamis (24/3/2022). TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Peristiwa angin puting beliung yang menerjang pemukiman di Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai membuat warga panik dan kaget.

Pasalnya, kejadian angin kencang yang terjadi pada Rabu (23/3/2022) malam itu, baru pertama kalinya terjadi di kawasan tersebut.

Di lokasi ini, ada setidaknya enam atap rumah yang terbawa oleh angin puting beliung.

Menurut Ayu, yang rumahnya paling parah terkena dampak angin puting beliung, dia sempat kebingungan harus kemana mengungsi saat ini.

Baca juga: Cerita Korban Angin Puting Beliung, Ketakutan saat Lihat Percikan Api

Pascakejadian, atap rumahnya hilang tersapu oleh angin kencang. Kini, rumahnya tidak ada atap lagi.

"Sudah hilang atapnya, terbawa angin kencang semalam," kata Ayu kepada tribun-medan, Kamis (24/3/2022).

Ia bersama dengan dua anaknya, saat ini harus mengungsi karena atap rumahnya harus di perbaiki lebih dahulu

"Harus ngungsi lah dulu ini di tempat tetangga atau saudara, karena takut hujan lagi nanti. Harus diperbaiki dulu atapnya, waktu datang angin itu disapu semua atapnya," sebutnya.

Baca juga: Empat Rumah di Kecamatan Simpangempat Karo Rusak Disapu Angin Puting Beliung

Ayu menceritakan, saat kejadian ia dan anak - anaknya sempat panik, dan meminta bantuan kepada para warga lainnya.

"Waktu kejadian saya gendong anak - anak saya, kami lari ke luar minta pertolongan. Kebetulan memang lagi sepi, karena kejadian nya itu pas selesai magrib," ucapnya.

Bahkan, ia mengatakan rumahnya juga nyaris terbakar setelah listrik rumahnya mengalami arus pendek.

Baca juga: Atap Stadion Mutiara Kisaran Terbang di Terjang Angin Puting Beliung, Begini Kondisinya

"Karena atap terbawa itu, jadi sempat dari kabel - kabel listrik itu mengeluarkan api. Saya minta tolong, jadi ada warga lain langsung mutuskan aliran listrik itu," ujarnya.

Kini, ia dan warga lainnya berharap agar pemerintah segera memberi bantuan kepada warga yang terdampak dari bencana ini.

"Berdoa saja lah biar segera datang bantuan, untuk memperbaiki atap rumah ini biar nggak ngungsi juga kan. Semalam sudah ada datang orang kecamatan memantau," pungkasnya.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved