Breaking News:

News Video

Sudah Sita Aset Senilai Rp 55 Miliar, Polisi Blokir Transaksi Indra Kenz di Kepulauan Karibia

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemblokiran transaksi keuangan Indra Kenz ke Kepulauan Karibia

TRIBUN-MEDAN.COM - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemblokiran transaksi keuangan Indra Kenz ke Kepulauan Karibia.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan langkah pemblokiran dilakukan usai tim penyidik melakukan pelacakan dan menemukan rencana transaksi keuangan yang dilakukan oleh Indra Kenz atau Indra Kesuma.

Berdasarkan hasil temuan itu, kemudian dilakukan kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memblokir aset tersebut.

"Kita baru mendapatkan satu transaksi yang akan dicairkan di Kepulauan Karibia kita bisa blokir untuk jangan dicairkan dulu berkat bantuan dari PPATK," ujar Whisnu, Jumat (25/3/2022).

Whisnu mengatakan, terkait transaksi tersebut, kini pihaknya masih terus berkoordinasi agar aset yang telah dibekukan itu dapat dipindahkan ke Indonesia, dan nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti lanjutan.

"Ini kami lagi dalami dan kerja sama dengan PPATK untuk bisa melakukan koordinasi sehingga uang hasil kejahatan yang ada di luar negeri bisa dipindahkan ke sini sebagai barang bukti, jadi kita langsung kerja sama dengan PPATK luar negeri," tuturnya.

Sebelumnya, PPATK mengaku menemukan sejumlah penerima aliran dana yang diduga erat dengan investasi ilegal.

Salah satunya, diduga milik bos platform Binomo yang berlokasi di Kepulauan Karibia.

Sementara itu, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Chandra Sukma Kumara mengatakan, total aset Indra Kenz terkait Binomo yang telah disita penyidik mencapai Rp 55 miliar.

"Untuk aset yang sudah kita sita kurang lebih ada Rp 55 miliar," ujar Kombes Chandra Sukma Kumara dalam konferensi pers, Jumat (25/3/2022).

Dijelaskan Chandra, adapun total aset yang disita tersebut, yani satu unit kendaraan Ferrari California 2012, satu unit Tesla Model 3, serta uang tunai sebesar Rp 1.245.371.103.

Selain itu polisi juga menyita enam unit rumah dan bangunan yang tersebar di wilayah Medan, Sumatera Utara dan kawasan Alam Sutera, Tangerang.

Ia menambahkan bahwa proses penelusuran yang dilakukan Polri bersama PPATK dan laporan dari para korban masih terus didalami.

"Kita akan telusuri lagi. Jadi penyidik kami tidak bergerak disini, apapun informasi yang ada, termasuk yang akhir, rekan-rekan di Twitter kita dalami juga," jelasnya.

Indra Kenz atas kasus yang menjeratnya, menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama para korban trading melalui platform Binomo.

Affiliator Binomo itu pun mengaku dari awal tak pernah berniat untuk melakukan penipuan maupun merugikan orang lain. 

Indra Kenz berharap masyarakat yang ingin berinvestasi bisa belajar dari kasus yang menimpanya. Menurutnya, segala bentuk invetasi memiliki resiko ataupun keuntungan.

Kini Indra Kenz mengaku siap bertanggung jawab secara hukum atas kasus yang menjeratnya.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved