Kasus Nasabah Bank Dianiaya

KETIKA Bos Bank Aniaya Nasabah hingga Ancam Tembak Mati

Dikutip dari Tribun Solo (Grup Tribun Medan), dari tiga tersangka yang sudah ditahan, hanya dua yang dihadirkan.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TribunSolo.com/Dok Polres Wonogiri
REKA ULANG: Rekonstruksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum bank plecit yang diperagakan oleh tersangka di Mapolres Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). 

Sementara satu pelaku lain yakni SAS yang berjenis kelamin perempuan. Mereka ditangkap setelah para korban melaporkan telah terjadi penganiayaan hingga pengeroyokan yang dilakukan ketiganya.

"Ketiga tersangka ditangkap di sebuah rumah di Jatebedug, Desa Purworejo (Kecamatan Wonogiri Kota)," paparnya.

Lebih jauh, menurut Kapolres, ketiga pelaku tersebut disangkakan dengan sangkaa penganiayaan dan pengeroyokan pada tiga nasabahnya hingga masuk ke rumah sakit.

Atas perbuatannya, kata dia, ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. "Ketiganya terancam hukuman lima tahun penjara," jelas dia.

Mau Mati Kalian?

Tak hanya ibu hamil yang akhirnya keguguran, kini korban dugaan penganiayaan petugas bank plecit di Kabupaten Wonogiri bertambah. Bahkan mengeluarkan kesaksian mengejutkan karena keganasan petugas bank plecit yang tengah menagih hutang ke nasabah.

Sularti (42) warga Desa Jatimarto, Kecamatan Wonogiri mengaku juga pernah mendapatkan penganiayaan yang oleh oknum bank plecit berinisial H.

Sebelumnya, H juga disebut melakukan penganiayaan kepada Nanik Haryani, perempuan yang mengaku saat itu sedang hamil. "Kejadian di rumah oknum bank plecit berinisial H di wilayah Kecamatan Wonogiri, sekitar April tahun lalu," kata dia.

Sularti mengatakan, sebenarnya dia juga berperan sebagai perantara antara bank plecit dan nasabah. Kejadian itu bermula saat ada nasabah yang telat bayar angsuran.

Di hari kejadian, dia dan sejumlah orang lain dikumpulkan di rumah H untuk disidang karena ada nasabah yang telat bayar angsuran dan baru diperbolehkan pulang dini hari.

Beberapa hari kemudian, kata dia, mereka kembali dipanggil ke rumah H. Saat itulah, Sularti baru mendapat perlakuan kekerasan. "Bagian muka saya ditendang, paha saya juga," ujarnya.

Sementara itu, Ramli Hastuti (34), saksi mata penganiayaan yang dialami Sularti, saat itu mengantarkan tetangganya tersebut ke lokasi kejadian.

Wanita yang saat ini tinggal di Desa Ngepungsari Kecamatan Jatipuro Karanganyar tersebut juga mengaku pernah mendapatkan penganiayaan.

"Perut saya disodok pakai tongkat besi, pinggang saya juga ditendang," kata Ramli Hastuti.

Menurut pengakuannya, dia sempat mendapatkan kekerasan dari beberapa orang oknum bank plecit.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved