Breaking News

Ramadhan 1443 Hijriyah

SEMANGAT Anisa, Remaja Pengidap Tunanetra yang Terus Mendukung Rekannya Membaca Alquran

Lantunan ayat suci alquran akan terus terdengar selama bulan Ramadan di sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Tommy Simatupang
HO
Anisa, saat melantunkan ayat suci alquran, Kamis (7/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lantunan ayat suci alquran akan terus terdengar selama bulan Ramadan di sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut.

Biasanya pembacaan tadarus bersama itu diikuti oleh tunanetra yang sudah berumur di atas 40 tahun.

Namun ada yang berbeda dari tadarus bersama yang dilaksanakan hari ini di Pertuni Sumut, Kamis (7/4/2022).

Di antara tadarus yang sudah berumur 40 tahun ini, ada satu remaja tunanetra bergabung dalam pembacaan ayat suci alquran itu.

Remaja tersebut bernama Anisa yang terlihat datang dengan menggunakan becak ke Pertuni Sumut siang ini.

Sebelum pembacaan tadarus, Anisa terlihat yang paling ramah dan mengayomi para ibu-ibu tunanetra tersebut.

Baca juga: GARDU Induk Sei Mangkei Siap Suplai Kebutuhan Listrik Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei

Baca juga: Pengusaha di Jakarta Beli Jam Tangan Mewah Rp77 M Tapi Barang Tak Datang, Interpol Turun Tangan

Hal itu diketahui pada saat satu diantara tunanetra berumur 40 tahun datang, ia langsung mengenal dan menyapa suara tersebut.

Bukan hanya itu, Anisa juga terlihat beberapa kali membantu memperbaiki bacaan alquran para tunanetra yang lebih tua darinya.

Selain itu Anisa juga mengajarkan para tunanetra menggunakan alat komunikasi handphone android, serta meminta bantuan untuk memfollow akun tiktok miliknya.

Saat disapa Tribun Medan, Anisa mengaku senang bisa mengikuti tadarus selama bulan suci Ramadan.

"Tadi ngajinya insyaallah lancar dan saat ini sudah memasuki juz 5 dan targetnya selesai ramadan udah khatam alquran," jelasnya.

Diakui Anisa sejauh ini tidak ada kesulitan dalam membaca alquran braille.

"Enggak sulit cuman kadang ada yang tidak bisa teraba mungkin karena tulisannya terlalu halus," jelasnya.

Anisa yang sejak lahir sudah menjadi tunanetra ini mengaku sebelum menggunakan alquran braille, ia sudah diajarkan untuk mengenal ayat alquran menggunakan jari.

"Lebih mudah pakai alquran ini karena dulu itu waktu belajar menggunakan jari telunjuk," ucap Anisa sambil memperagakan jarinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved