PSMS MEDAN

SOSOK Ponirin Meka, Pernah Bawa PSMS Medan Jadi Juara Lewat Adu Penalti

Apa lagi, ia juga masih sempat komunikasi via telefon dengan almarhum, Minggu (10/4/2022), sekitar pukul 09.00 WIB.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
HO
Kegembiraan Ponirin Meka (tengah) usai mengantarkan PSMS Medan juara Perserikatan 1983 silam. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Kabar duka kembali menyelimuti skena sepakbola Tanah Air, khususnya Kota Medan. Satu di antara legenda Timnas dan PSMS Medan, Ponirin Meka, dikabarkan meninggal dunia.

Informasi duka yang didapat Tribun Medan, terkonfirmasi benar dari pengamat sepakbola Sumut, Indra Efendi Rangkuti.

"Ya kabar duka datang dari Bang Ponirin Meka, beliau meninggal dunia hari ini pukul 16.30 WIB tadi," ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (10/4/2022).

Baca juga: Innalillahi, Legenda Kiper Timnas dan PSMS Medan Ponirin Meka Meninggal Dunia

Sambung Indra, ia sempat tak percaya dengan kabar duka yang didapatnya dari istri sang legenda.

Pasalnya, Sabtu (9/4/2022) ia masih sempat video call dengan sang legenda yang sedang terbaring sakit.

"Kebetulan kemarin ada buka puasa bersama mantan-mantan pemain PSMS. Saya tersentak, makanya saya sambungkan via video call dengan mantan-mantan yang lain," ucapnya.

Lanjut Indra, dalam sambungan video call itu, para mantan pemain PSMS dan almarhum Ponirin Meka, larut dalam keceriaan nostalgia.

Bahkan, almarhum sempat menitiskan air mata karena dapat bertegur sapa dengan sesama mantan pemain PSMS Medan.

"Semalam masih ketawa-ketawa saat saya video call dengan mantan pemain PSMS yang lain. Almarhum juga sempat nangis pas saya video call itu," ucapnya.

Sementara itu, bekas kapten dan juga Legenda PSMS Medan, Sunardi B menuturkan ia cukup kehilangan.

Baca juga: JAYA HARTONO Disebut Ronny Tanuwijaya yang Cocok Urus PSMS Medan: Saya Siap!

Apa lagi, ia juga masih sempat komunikasi via telefon dengan almarhum, Minggu (10/4/2022), sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saya sempat telfonan paginya. Kebetulan yang pertama mengangkat istri beliau. Lalu diteruskan ke almarhum. Beliau bilang masih mau istirahat di rumah sebelum operasi pasang ring," ujarnya.

Dijelaskan Sunardi B, almarhum merupakan sosok yang mempunyai pribadi keras.

Maksudnya, dalam setiap mengambil keputusan, almarhum selalu memikirkan dengan matang.

"Beliau itu orang baik. Orangnya keras, tega, dan disiplin tinggi. Engga ada kompromi sama beliau itu," katanya.

Satu kisah terkenang bersama almarhum. Sunardi B menceritakan, kala itu sebelum lakoni final Piala Perserikatan 1985 melawan Persib Bandung.

Sunardi B mengaku, skuat PSMS Medan sebelum menjadi juara lewat adu penalti, ia dan almarhum Ponirin betul-betul berlatih keras.

"Kita memang latihan itu penalti, sebelumnya. Kita dilatih sama Parlin. Latihannya betul-betul serius. Kami bilang ke almarhum kalau kami mau menendang ke kiri, dia bisa menepis tendangan kami itu. Padahal dari titik penalti," ujarnya.

Baca juga: Kodrat Shah Berang, Tahu Mantu Edy Rahmayadi Kuasai PSMS Medan

Lebih jauh, pemegang ban kapten saat final Piala Perserikatan 1985 itu menyebutkan, ia merasakan duka yang mendalam.

Selama satu  bulan terkahir, sudah tiga legenda PSMS yang mendahului. Di antaranya, almarhum Sutrisno, Suheri, dan Ponirin Meka.

"Kebetulan saya kan di Siantar. Kita pokoknya dulu selalu kumpul silaturrahmi di Kebun Bunga bersama mantan-mantan yang lain. Saya betul-betul merasakan duka yang mendalam. Semoga kita semua sehat selalu," katanya.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved