Pengalihan Arus Lalu Lintas di Tebingtinggi, Pengendara Harus Melintas ke Jalur Perkebunan
Hari kedua Lebaran Idul Fitri 2022, masyarakat masih banyak yang melakukan perjalanan baik silaturahmi ke keluarga maupun berlibur.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Hari kedua Lebaran Idul Fitri 2022, masyarakat masih banyak yang melakukan perjalanan baik silaturahmi ke keluarga maupun berlibur.
Akibat banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan, membuat arus lalulintas di dalam Kota Tebingtinggi menjadi padat.
Amatan www.tribun-medan.com Selasa (3/5/2022), lajur yang dominan dipadati oleh pengendara merupakan lajur dari arah Kota Medan menuju ke Kota Pematangsiantar.
Akibat tingginya volume kendaraan yang melintas, membuat pihak Polres Tebingtinggi mengambil kebijakan dengan melakukan pengalihan lalulintas.
Untuk di seputar dalam Kota Tebingtinggi, terdapat beberapa titik pengalihan lalulintas.
Seperti salah satunya yang ada di persimpangan Jalan Jendral Sudirman dengan Jalan Ir H Juanda.
Pengendara yang datang dari arah Pematangsiantar menuju Kota Medan, diarahkan menuju ke Jalan Ir H Juanda.
Baca juga: LIBUR Lebaran, Pengunjung Medan Zoo Meningkat 100 Persen
Baca juga: Potret Lebaran Keluarga Sarita Abdul Mukti & Shafa Harris, Faisal Harris Hadir, Jennifer Dunn Ikut?
Setibanya di Jalan Gunung Leuser, jika biasanya pengendara bisa langsung menuju ke simpang beo, namun kali ini pengendara juga kembali diminta untuk menuju jalur pengalihan.
Dari jalur ini, membuat pengendara harus masuk atau melintas ke kawasan perkebunan.
Akibat adanya pengalihan jalur ini, membuat pengendara harus menempuh perjalanan yang lebih jauh dibandingkan bisanya. Tak hanya jarak tempuh yang lebih jauh, jalur yang dilintasi juha lebih sempit.
"Kalau gini kita kan jadi semakin lama di jalan, karena mutarnya terlalu jauh. Apalagi kalau orang yang belum biasa dari sini pasti bingung juga," Ujar salah satu pengendara Ari.
Dari jalur pengalihan tersebut, setelah melintasi jalur perkebunan dengan kondisi jalan tanah, pengendara akhirnya bisa kembali melintasi jalan aspal.
Namun, jalur tersebut juga masih di dalam kawasan perkebunan di mana lebar jalan lebih sempit dibandingkan jalan biasanya.
Dikatakan Ari, dengan kondisi ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya. Karena jika tidak hati-hati, antar mobil yang melintas bisa bersenggolan.
"Ya harus hati-hati kita bawa mobil," Ucapnya.