PPATK Turun Tangan Telusuri Aliran Dana dan Harta Kekayaan Briptu Hasbudi
Harta kekayaan oknum polisi Briptu Hasbudi yang memiliki tambang emas ilegal di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi sorotan publik
TRIBUN-MEDAN.com - Harta kekayaan oknum polisi Briptu Hasbudi yang memiliki tambang emas ilegal di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi sorotan publik.
Aset Briptu Hasbudi yang disita saat ini antara lain, rumah mewah, mobil Alphard, speedboat, dan puluhan buku rekening berisi uang miliaran.
Dari buku rekening yang disita, polisi dikabarkan berhasil menemukan catatan dana yang mengalir ke sejumlah pejabat.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun turun tangan menelusuri aset Briptu Hasbudi.
“Iya kami lakukan analisis terkait pihak-pihak (aset Briptu HSB),” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kamis (12/5/2022).
Namun, Ivan belum mengungkapkan nilai aset yang saat ini sudah berhasil ditelusuri oleh pihaknya.
Ia menegaskan, nilai aset terkait Briptu Hasbudi masih terus berkembang nilainya.
“Masih berkembang terus,” ucap dia.
Baca juga: Briptu HSB Ditangkap, Disita 2 Alphard, 5 Speed Boat, hingga 17 Kontainer Berisi Pakaian Impor Bekas
Sebagai informasi, oknum polisi bernama Briptu HSB ditangkap karena diduga terlibat penambangan emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Anggota Polairud Polda Kaltara itu ditangkap di ruang terminal keberangkatan Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara pada Rabu (4/5/2022) siang.
Selain HSB, polisi juga mengamankan MI yang menjadi koordinator tambang emas ilegal.
HSB dan MI diduga hendak melarikan diri sebelum ditangkap.
Selain itu, mereka diduga berencana untuk menghilangkan barang bukti serta mengaburkan fakta.
Tak hanya menangkap MI dan HSB, polisi mengamankan empat orang lainnya yakni HR (mandor), MT (penjaga bak), serta BU dan IG yang bekerja sebagai sopir truk sewaan.
Polri pun melakukan penyelidikan dan penelusuran dugaan aliran dana dari bisnis ilegal oknum Polri di Kaltara mengalir ke pejabat ataupun perwira kepolisian.