Breaking News:

Berita Simalungun

Kasus Dugaan Korupsi, Pendemo Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Simalungun dan Iparnya Ditangkap

Satma Pemuda Pancasila (PP) Simalungun menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Kamis (2/6/2022).

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ade Saputra

Kasus Dugaan Korupsi, Pendemo Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Simalungun dan Iparnya Ditangkap

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Satma Pemuda Pancasila (PP) Simalungun menggeruduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, Kamis (2/6/2022).

Mereka menuntut kasus dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Zocson Silalahi dan iparnya diselesaikan di ranah hukum.

Pasalnya, Zocson Silalahi dan iparnya Dasa Sinaga dianggap melakukan kongkalikong menjalankan berbagai proyek di Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun untuk kepentingan pribadi.

Cavin Fernando Tampubolon, selaku pimpinan aksi unjukrasa di Gedung Kejari Simalungun mengatakan, selain turun ke jalan melakukan unjukrasa, mereka meminta keseriusan Kejaksaan Simalungun segera memproses dugaan kasus KKN pada Dinas Pendidikan Simalungun.

"Kami meminta keseriusan Kejaksaan Negeri Simalungun untuk segera memproses kasus dugaan KKN sesuai UU. No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN)," ujarnya saat aksi, Kamis (2/6/22) dengan jumlah masa mencapai puluhan orang.

Sebanyak tiga laporan aduan masyarakat telah dilayangkan Sapma-PP Simalungun mereka layangkan ke Kejari Simalungun. Adapun tiga laporan tersebut yakni, dugaan penyalahgunaan wewenang pemakaian dana BOS dengan laporan Nomor : 021/LP/PC-SAPMAPP/SM/V/2022.

Kemudian dugaan tindak pidana korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dengan laporan bernomor : 023/LP/PC -SAPMA PP/SM/V/2022. Serta terakhir, dugaan Fee Proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun dengan laporan Nomor : 024/LP/PC -SAPMAPP/SM/V/2022.

"Kami mendak Kejari Simalungun memanggil Dasa Sinaga, ipar kepala dinas, yang diduga menjadi aktor intelektual terkait dugaan korupsi pengadaan buku di Sekolah SD dan SMP di Simalungun dan juga Zocson Silalahi," ucapnya kembali.

Terkait unjukrasa tersebut, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Simalungun, Asor Olodaiv mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data setelah tiga laporan tersebut masuk ke Kaejari Simalungun.

"Setelah laporannya masuk, kita saat ini masih melakukan pengumpulan data. Sudah ada yang kita mintai keterangan pihak-pihak terkait," ujar Asor saat diwawancarai selepas aksi unjukrasa tersebut.

Terkait dengan ketiga laporan yang Kejari Simalungun terima, ia menyampaikan bakal kembali memanggil pihak-pihak terkait sesui dengan adanya laporan yang masuk ke Kejaksaan Simalungun terkait dugaan KKN pada Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun.

“Apapun hasil perkembangannya, bakal kita sampaikan kepada media,” tutup Asor.

(alj/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved