Berita Seleb

TRAGIS Nasib Penyumbang 28 Kg Emas Monas, Bukan Dihargai Malah Sering Masuk Penjara

Inilah kisah tragis penyumbang emas Monumen Nasional atau Monas. Tak semua orang

Editor: Dedy Kurniawan
kolase foto wikipedia
SOSOK Pengusaha Sumbang Emas 28 Kg untuk Monas, Teuku Markam Dituduh PKI, Dipenjara tanpa Diadili 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah kisah tragis penyumbang emas Monumen Nasional atau Monas.

Tak semua orang tahu kisahnya, meski jasanya sangat besar bagi Republik Indonesia.

Lalu seperti apa kisah selengkapnya?

Baca juga: Nikita Mirzani Meradang, Terkuak John Hopkins Ogah Menikahi Nyai, Alasannya Terungkap

 
Tugu Monumen Nasional (Monas) yang menjadi lambang penanda Ibu Kota Jakarta menyimpan sejuta kisah di balik pembangunannya.

Tugu setinggi 132 meter ini masuk ke dalam proyek ambisius Presiden Soekarno, yang dinamai proyek mercusuar, dan digarap dengan penuh perhitungan.

Salah satu komponen penting yang tak luput dari perhatian Soekarno adalah komponen lidah api di pucuk monumen yang dinamai Lidah Api Kemerdekaan.

Lidah api itu dianggap sebagai perwujudan kepribadian bangsa Indonesia: ia dinamis, bergerak, dan berkobar. Agar menampilkan kesan menyala, lidah api ini dilapisi dengan emas murni.

Baca juga: Calon Bidan Tega 7 Kali Gugurkan Bayinya, 10 Tahun Hamil Berkali-kali, Janin Disimpan di Rantang

 

Di awal pembangunannya, konstruksi tersebut dilapisi emas seberat 35 kilogram, tetapi ketika Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-50, lapisan emas ditambah hingga menjadi seberat 50 kilogram. Konon, sebagian besar emas yang digunakan untuk melapisi Lidah Api Kemerdekaan disumbangkan oleh saudagar kaya asal Aceh bernama Teuku Markam.

Baca juga: Kisah Pengusaha Asal Aceh, Teuku Markam, Rela Menyumbang 28 Kilogram Emas Awal Pembangunan Monas

Baca juga: Istri Terlibat Skandal Selingkuh dengan Mertua, Penyanyi Ini Cerai Tak Tahan Depresi hingga Kanker

 
Ia sangat dekat dengan Presiden Soekarno sehingga berbaik hati menyumbangkan 28 kilogram emas untuk dilebur menjadi pelapis obor di pucuk Monas.

Sosok Teuku Markam Dilansir dari Wartakotalive.com, Teuku Markam terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Pulau Jawa semasa berjaya menjadi pengusaha.

Sebelum banting setir menjadi pengusaha dan mendirikan PT Karkam, pria kelahiran Aceh Utara tahun 1925 ini pernah masuk militer dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah terjun ke dunia bisnis, Teuku Markam bisa dibilang ulet dan mau mencoba segala lini bisnis, mulai dari bisnis ekspor-impor, jual beli besi beton, hingga pelat-pelat baja. Dengan beragam jenis bisnis ini, tak heran jika ia tumbuh menjadi saudagar yang sangat kaya.

Jumlah kekayaan Teuku Markam sangat luar biasa, sampai-sampai ia pernah menyandang gelar orang terkaya se-Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved