Breaking News:

Berita Persidangan

MODUS Perbaiki Meteran, 3 Warga Belawan Curi Uang dan Emas hingga Ratusan Juta

Tiga pria ini harus duduk di kursi pesakitan PN Medan. Ketiganya mencuri uang dan emas dengan modus petugas pengecek meteran air.

TRIBUN MEDAN/GITA
Saksi korban saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/6/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Videonya sempat viral di dunia maya, kini tiga pria asal Medan Belawan yakni Tasrif, Donald Irza Simangungsong, dan Indrayana mulai diadili di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/6/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elvina Elisabeth dalam dakwaannya menuturkan, bahwa perkara ini bermula pada Kamis 24 Maret 2022 saat para terdakwa bersama Efrizal Candra (belum ditangkap) dan Rahmat (belum ditangkap) berangkat dari kontrakan menuju Jalan Jemadi Medan Timur.

"Sesampainya di Jalan Jemadi (rumah saksi korban), Rahmat dan Terdakwa Donald tidak ikut masuk ke dalam rumah, di mana Rahmat bertugas untuk stand by di luar rumah sebagai joki pembawa sepeda motor," ujar jaksa.

Sementara Donald bertugas mengawasi di luar rumah pada saat terjadinya pencurian, sedangkan Indrayana pada saat sampai di rumah saksi korban, langsung mengetuk pagar rumah dengan taspen.

Setelah itu, keluar saksi Oh Ah Hwa untuk membuka pagar rumah, setelah pagar rumah terbuka Indrayana masuk ke dalam rumah dengan berpura-pura memeriksa meteran air yang berada di teras rumah dan mengukur dengan memakai meteran untuk mengalihkan perhatian Oh Ah Hwa.

"Kemudian, keluar Indrawati (pembantu rumah tangga) dan pada saat bersamaan Efrizal memanggilnya untuk mengalihkan perhatian dengan mengukur meteran air," beber jaksa.

Setelah itu, Terdakwa Tasrif masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar yang berada di lantai dua, dan mencongkel lemari menggunakan obeng

Ia lalu mengambil uang tunai sebanyak Rp 80 juta, 2 buah gelang belah rotan cincin emas, 3 buah emas batangan, dan beberapa perhiasan emas lainnya.

Setelah itu, Terdakwa Tasrif langsung turun dari lantai 2 dan keluar dari dalam rumah kemudian langsung mengendarai 1 unit sepeda motor honda beat berboncengan dengan Rahmat, kemudian disusul oleh ketiga Terdakwa.

"Akibat perbuatan para terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar 183.425.000,-Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 363 Ayat (1) ke-4e dan ke-5e KUHP," pungkas jaksa.

Seusai mendengar dakwaan Jaksa, Majelis Hakim yang diketuai Donald Panggabean melanjutkan sidang dengan pemeriksaan saksi-saksi.

(cr21/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved