Pencabulan

OKNUM ASN Puskesmas yang Cabuli Siswi SMA Dihukum 7 Tahun Penjara, PT Medan Menguatkan Putusan

Oknum ASN Puskesmas yang menghamili siswi SMA lalu menyuruh gugurkan kandungan dihukum 7 tahun penjara. PT Medan menguatkan hukuman tersebut.

pexels
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengadilan Tinggi (PT) Medan menguatkan hukuman penjara 7 tahun terhadap oknum ASN Puskesmas Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Waristo Nduru.

Hal tersebut dikatakan Humas Pengadilan Tinggi Medan, John Pantas Lumban Tobing saat dikonfirasi tribunmedan.com, Sabtu (25/6/2022).

Baca juga: BOCAH 14 Tahun Sayat Kakak Beradik Pakai Pisau, Korban Sempat Dibawa ke Ladang Ubi

"Sudah putus, putusannya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan yakni 7 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsidar 6 bulan kurungan," katanya.

Ia mengatakan Majelis Hakim banding yang diketuai John Diamond Tambunan, menyatakan Warsito terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya.

Sidang vonis oknum ASN Puskesmas Mandrehe Utara, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Waristo Nduru di Pengadilan Negeri Medan, beberapa waktu lalu.
Sidang vonis oknum ASN Puskesmas Mandrehe Utara, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Waristo Nduru di Pengadilan Negeri Medan, beberapa waktu lalu. (TRIBUN MEDAN/GITA NADIA)

"Memenuhi unsur bersalah dalam Pasal 81 Ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa Majelis Hakim PN Medan yang diketuai Donald Panggabean memvonis terdakwa Warsito dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 800 juta, subsidar 6 bulan kurungan.

Majelis Hakim dalam amarnya mengatakan, adapun hal memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan dan merugikan anak yang berhadapan dengan hukum atau saksi korban.

"Hal meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum," ujar hakim

Vonis tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rismayadi Purba yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 10 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Diberitakan sebelumnya bahwa, Waristo Nduru ditangkap petugas Unit PPA Polrestabes Medan di tempat kerjanya pada Selasa 27 September 2021.

Dia diciduk karena telah mencabuli anak yang masih dibawah umur berinisial KL.

Penangkapan itu berdasarkan pengaduan korban dengan bukti laporan Nomor: STTLP/2460/X/YAN.2.5/2019/SPKT RESTABES MEDAN pada Oktober 2019 lalu. Saat diwawancarai wartawan di Polrestabes Medan, korban bercerita bahwa dirinya kenal dengan Waristo Nduru pada tahun 2017.

Saat itu, korban masih duduk di bangku SMA kelas satu. Mereka bertemu dan saling berkenalan hingga berpacaran.

Setahun berpacaran, hubungan mereka menjadi LDR lantaran Waristo Nduru berada di Nias dan hanya beberapa kali balik ke Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved