Penembakan Pendeta
Polisi Olah TKP Pascadugaan Penembakan Pendeta di Deliserdang
Pihak kepolisian melakukan olah TKP pascaberedarnya kabar pendeta ditembak OTK di Dusun III, Desa jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek Hery Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
Kadek juga belum bisa menyimpulkan, senjata api jenis apa yang melukai korban.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, warga tidak ada mendengar suara letusan.
"Katanya tidak ada dengar suara letusan. Sekarang ini kami masih mengumpulkan saksi," kata Kadek.
Ia mengatakan, untuk mengetahui jenis senjata api apa yang melukai sang pendeta, pihaknya masih menunggu operasi yang dijalani korban.
"Sejauh ini kami masih menunggu hasil operasi korban, untuk mengetahui jenis senapan atau senjata apa yang melukai korban," katanya.
Apa yang disampaikan Kadek turut didukung keterangan Kepala Dusun III, Desa Jaharun A, Suparno.
Menurut Suparno, saat kejadian tidak ada warga yang melihat bahwa korban ditembak.
"Enggak ada yang melihat siapa yang menembak," katanya.
Disinggung mengenai sang pendeta, Suparno mengatakan bahwa korban belum lama tinggal di dusunnya.
Ia menyebut, bahwa sang pendeta yang ditembak OTK baru sekitar enam bulan tinggal di wilayahnya.
"Kerjaannya memang pendeta. Namun yang bersangkutan baru setengah tahun tinggal di sini," katanya.
sementara itu, pascakejadian, Tim INAFIS Polresta Deliserdang turun ke lokasi.
Petugas memeriksa lokasi kejadian, termasuk mencari jejak dari mana asal usul amunisi yang melukai dada korban.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, bahwa pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi.
Namun dari beberapa saksi, mengaku tidak ada mendengar suara letusan saat kejadian.
(*/tribun-medan.com)