Upaya Pembunuhan Pendeta

Pendeta GSJA Diduga Hendak Dibunuh, Diintai dari Jarak 20 Meter dari Bukit dan Ditembak Dadanya

Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) bernama Fernando Tambunan diduga hendak dibunuh dan diintai dari jarak 20 meter sebelum ditembak

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kolase foto TKP penembakan pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah bernama Fernando Tambunan yang diduga hendak dibunuh OTK 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Kasus pendeta ditembak OTK (orang tak dikenal) di Kabupaten Deliserdang kini masih ditangani Polresta Deliserdang.

Belakangan diketahui, bahwa pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) bernama Fernando Tambunan itu diduga hendak dibunuh, karena disebut sudah diintai oleh pelakunya.

Sebelum ditembak OTK di bagian dada, korban sempat duduk di teras rumah, sebelum akhirnya dadanya jebol ditembus peluru dari jarak 20 meter.

 

Fakta pendeta ditembak OTK

Menurut keterangan yang diterima Tribun-medan.com di lapangan, kasus pendeta ditembak OTK ini bermula saat korban duduk di teras rumahnya yang ada di Komplek Victoryland di Dusun III, Desa jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang.

Saat itu, waktu sudah memasuki pukul 21.00 WIB.

Sang pendeta baru saja selesai makan, dan duduk main handphone sendirian.

Tak lama berselang, korban tiba-tiba saja memegang dadanya.

Baca juga: KONFLIK Lagi, Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Minta Ephorus Gantikan Pendeta Rumondang Sitorus

Sang pendeta kemudian menemui sang istri, sembari jalan tertatih.

Malam itu, bagian dada korban bercucuran darah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved