Pencuri Ternak

Modus Baru Pencuri Ternak di Sergai, Sapi Diracun dan Daging Dijual murah

Pencuri ternak berkeliaran di Kabupaten Sergai menggunakan modus racuni sapi agar daging dijual murah

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Peternak yang sapinya mati diduga diracun sindikat pencuri ternak. /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Merebaknya penyakit kuku dan mulut (PMK) di Kabupaten Serdang Bedagai dimanfaatkan oleh sejumlah pencuri ternak untuk beraksi mencuri sapi milik warga.

Adapun modus yang dilakukan pencuri ternak ini dengan cara meracuni sapi dewasa. 

"Jadi ini aksi diduga kuat sindikat pencuri sapi, mereka datang jelang subuh, dan mengolesi racun di mulut sapi hingga membuatnya mati," ujar Rudi, seorang peternak, Selasa (4/7/2022). 

Baca juga: 3 Pencuri Ternak Kerbau Betina di Toba Diringkus Polisi, Tersangka Membawa Sajam dan Senapan Angin

Rudi mengatakan, usai sapi mati, beberapa jam kemudian sindikat pencuri ternak itu datang untuk menawarkan membeli sapi yang mati. 

Sapi yang sudah mati pun kemudian dibeli dengan harga yang sangat murah.

Kepada peternak, sapi sapi yang mati dibeli untuk makanan buaya di kebun binatang. 

"Jadi setengah bulan sebelum kejadian itu ada orang datang temui abang saya, bilang kalau ada sapi mati kabarin dia," lanjut Rudi. 

"Kira kira itu sapi mati jam 4 pagi, kami baru liat itu kira kira jam 6, tidak lama dari situ, ada orang datang buat beli sapa yang mati. Padahal saya tidak ada kasih tau siapa siapa soal sapi mati, dia sudah datang. Katanya mau dikasih makan buaya, tapi kita kan tidak tau," kata Rudi. 

Baca juga: Polisi Ringkus Pencuri Ternak di Taput, Ternyata 2 Pelaku Masih Pelajar

Kasus sapi mati karena diduga diracun terjadi di Desa Sungai Bulu Dusun I Kampung Krompol, Desa Sina Kasih, Dusun Lima Payah Nibung dan Dusun Serba Jadi.

Ada empat sapi dewasa siap jual meninggal  padahal sebelumnya kondisinya sehat. 

"Jadi kemarin itu ada kawan kampung sebelah yang curiga, karena ada bebek nya juga mati karena makan dekat air liur sapi yang mati. Makanya tau kalau matinya karena diracun. Itu pun kasusnya sama sapi mati tiba tiba dan ada yang nawarin juga untuk belik sapi yang mati pagi pagi itu, cuman dia tidak mau," sebut Rudi. 

Rudi mengatakan, warga sempat memergoki orang yang dicurigai sebagai pencuri ternak.

Sayangnya, si pencuri ternak berhasil kabur.

"Kita curiga karena sapi yang mati dalam satu kadang cuman satu dan ukurannya dewasa semua. Padahal sebelumnya sehat sehat saja. Di kampung sebelah ada juga gitu, tapi pelakunya satu kampung dan mereka damai," tambahnya. 

Karena kurangnya bukti, para peternak tidak melaporkan hal itu kepada pihak berwajib. "Belum melaporkan, karena kita juga tidak ada bukti dan tidak tau siapa pelakunya," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved