Pasien Meninggal setelah Melahirkan
KASUS Meninggalnya Happy Damanik setelah Operasi Caesar, dr Jekson Menghilang dan Bungkam
Keluarga sempat menduga bahwa kematian Happy Yansdika Damanik ada kaitannya dengan dugaan malapraktik.
Indikasi tindakan operasi Previous Sectio Caesaria dimana anak pertama lahir melalui section caesaria pada tahun 2019 dan dioperasi oleh dokter spesialis yang sama.
Menurut keterangan pasien merupakan pasien tetap dan telah kontrol lebih dari 4 kali ke praktek pribadi dokter spesialis obgyn tersebut.
Selanjutnya di IGD dilakukan anamneses dan pemeriksaan, serta persetujuan untuk dilakukan tindakan operasi.
Pukul 09.00 WIB pasien diantar ke ruang VK.
Pukul 12.00 WIB pasien diantar ke kamar bedah.
Pukul 12.30 WIB dilakukan pembiusan dengan anastesi spinal.
Pukul 13.00 WIB bayi lahir dengan segera menangis dan berjenis kelamin laki-laki.
Setelah plasenta lahir tiba-tiba pasien kejang dan henti jantung.
Dokter anastesi dan tim langsung melakukan resusitasi dan intubasi, pasien berhasil bernafas spontan.
Kemudian dokter memanggil suami dan keluarga pasien untuk menjelaskan tentang kondisi pasien saat itu.
Setelah stabil pasien diantar ke ruang ICU.
Penatalaksanaan pasien selama dirawat di ruang ICU dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari spesialis obgyn, spesialis anastesi, spesialis neurologi, spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis paru, dan spesialis gizi klinis.
Pada tanggal 1 Juli 2022 Bukti Hasil Pemeriksaan Pasien sudah diserahkan kepada pihak keluarga pasien (suami Pasien)
Pada tanggal 3 Juli 2022 kondisi pasien memburuk. Pukul 09.15 WIB pasien mengalami henti jantung, dilakukan resusitasi (RJPO) dengan obat-obatan maksimal namun pasien gagal bernafas spontan.
Pukul 10.05 Wib pasien dinyatakan meninggal oleh dokter dihadapan keluarga.
Direktur RSUD Amri Tambunan merajuk
Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Hanif Fahri SpKJ merajuk ketika dikonfirmasi mengenai adanya pasien bernama Happy Yansdika Damanik meninggal dunia setelah operasi caesar atas saran dokter.
Ketika ditanya, Hanif malah mengancam tidak akan membalas konfirmasi yang dilayangkan Tribun-medan.com.
Hanif malah menuding yang macam-macam ketika ditanya mengenai keterangan keluarga yang menduga ada indikasi malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik , istri dari Aprianto Manurung.
"No Coment saya (soal dugaan malapraktik). Untuk menjaga perasaan keluarga yang sedang berduka, mohon Anda pun profesional. Saya tidak akan membalas WA Anda lagi bila cara berpikir seperti ini (telah terjadi dugaan malpraktik)," kata Hanif, Rabu (6/7/2022).
Tribun-medan.com lantas menjelaskan, bahwa dugaan malapraktik terhadap Happy Yansdika Damanik justru dilontarkan oleh Pniel Damanik, kakak kandung korban.
Ditanya mengenai hal ini, Hanif malah komplain.
"Jangan melampaui batas ah," katanya.
Terkait masalah ini, Hanif sebelumnya mengatakan manajemen RSUD Amri Tambunan sudah bertemu dengan pihak keluarga korban.
Dia mengatakan, bahwa pihaknya sudah bertindak profesional dalam menangani Happy Yansdika Damanik
"Kami sudah ketemu dengan pihak keluarga. Kami profesional saja. Biarlah pihak keluarga dan kita bertemu dengan itikad baik dan membangun hal-hal yang positif," katanya.
Happy Damanik Meninggal setelah Disuruh Caesar
Happy Yansdika Damanik, warga Desa Wonosari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang meninggal dunia setelah diminta dokter RSUD Amri Tambunan untuk menjalani operasi caesar.
Pihak rumah sakit beralasan, bahwa penyebab Happy Yansdika Damanik meninggal dunia karena komplikasi emboli air ketuban dan infeksi organ dalam.
Sampai detik ini, belum ada penjelasan dari RSUD Amri Tambunan, kenapa dokter mengarahkan Happy Yansdika Damanik untuk operasi caesar.
Apakah penyebab komplikasi emboli air ketuban dan infeksi organ dalam akibat operasi caesar yang disarankan dokter atau bukan, juga belum terjawab.
Sejauh ini, masalah tersebut sudah ia ketahui berdasarkan laporan dari stafnya.
"Mohon maaf, saya sedang pendidikan. Namun, kami tentunya tidak menginginkan kejadian ini. Sementara itu dulu yang bisa saya konfrontir," kata Hanif, Selasa (5/7/2022).
Hanif mengatakan, informasi lengkap akan disampaikan oleh pihak Kehumasan RSUD Amri Tambunan
Dia juga berjanji akan menjelaskan lebih lanjut, apa alasan dokter menyarankan korban untuk operasi caesar, meski kondisi bayi saat itu dalam keadaan sehat, tidak sungsang.
"Kami dari managemen turut prihatin dan berduka bersama keluarga besar ibunda tersebut," kata Hanif.
Sementara itu, suami Happy Yansdika Damanik, Aprianto Manurung mengatakan bahwa istrinya menjalani operasi caesar pada 20 Juni 2022 lalu.
Sebelum menjalani operasi caesar, kondisi sang istri baik-baik saja.
Bahkan, dari video yang diunggah oleh Aprianto manurung, sang istri sempat tertawa bahagia menanti kelahiran anak kedua mereka.
Belakangan, setelah menjalani operasi caesar atas saran dokter RSUD Amri Tambunan, kondisi Happy Yansdika Damanik langsung drop.
Selama 14 hari dirawat, Happy Yansdika Damanik kemudian meninggal dunia pada Minggu, 3 Juli 2022 kemarin.
Kepergian Happy tentu sangat membuat sedih sang suami.
Aprianto Manurung sampai tak habis pikir, kenapa musibah ini bisa terjadi.
(*/Tribun Medan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/happy-damanik-dan-jekson-lubis.jpg)